Berita Internasional

Jurnalis Arab Jamal Khasoggi Dimutilasi, ini Reaksi Presiden Turki Erdogan dan 10 Faktanya

Jurnalis Arab Jamal Khasoggi Dimutilasi, ini Reaksi Presiden Turki Erdogan dan 10 Faktanya

Editor: Fredrikus Royanto Bau
Yiannis Kourtoglou / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. 

Jurnalis Arab Jamal Khasoggi Dimutilasi, ini Reaksi Presiden Turki Erdogan dan 10 Faktanya

POS-KUPANG.COM - Kematian jurnalis Jamal Khashoggi jadi sorotan dunia internasional.

Mengusut kasus ini, kerajaan Arab Saudi sudah menangkap 18 orang. Pengusutan masih berjalan.

Khashoggi diketahui memasuki kantor tersebut pada 2 Oktober 2018 lalu untuk mengurus beberapa berkas perceraian dengan istri terdahulunya.

Namun, dia tidak juga kembali hingga tersiar kabar dirinya mengalami penyiksaan hingga dibunuh dengan cara brutal.

Berikut ini 10 fakta seputar sosok jurnalis senior Jamal Khashoggi yang didapatkan dari The Washington Post, New York Times, VoA, dan situs pribadi Jamal Khashoggi.

1. Awal karier Jamal Khashoggi 

Khashoggi menamatkan pendidikan Administrasi Bisnis di Indiana State University, Amerika Serikat. Namun, dia malah memulai karier sebagai seorang jurnalis di sebuah koran berbahasa Inggris, Saudi Gazzete, pada era 1990-an.

Kemudian, ia menjadi Wakil Pemimpin Redaksi Arab News pada 1999-2003. Selanjutnya dia menempati posisi yang sama di koran Al Watan, tetapi hanya bertahan selama dua bulan.

Namun, pada 2007 ia kembali ditarik ke Al Watan, kali ini sebagai pemimpin redaksi selama tiga tahun.

2. Kritikus Pemerintah Arab Saudi

 Putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.

Putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman.(AFP/BRYAN R. SMITH)

 Khashoggi dikenal sebagai jurnalis yang memiliki idealisme tinggi. Ia kerap mengkritik Pemerintah Arab Saudi melalui tulisan-tulisannya.

Tulisan itu misalnya “Yang Paling Dibutuhkan Negara-negara Arab adalah Kebebasan Berekspresi” dan “Putra Mahkota Saudi Arabia Harus Mengembalikan Martabat Negaranya”.

Dalam sebuah artikel, Khashoggi menyebut dirinya bukan musuh pemerintah dan sangat peduli dengan Arab Saudi.

Bagi dia, Arab Saudi merupakan satu-satunya rumah yang ia tahu dan inginkan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved