Berita Manggarai Timur Terkini

Ini Harapan Tokoh Masyarakat Elar Selatan Terkait Tapal Batas Ngada dan Manggarai Timur

Tokoh masyarakat Elar Selatan, berharap penyelesaian tapal batas Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada secepatnya dituntaskan.

Ini Harapan Tokoh Masyarakat Elar Selatan Terkait Tapal Batas Ngada dan Manggarai Timur
ISTIMEWA
Rapat Penyelesaian tapal batas Ngada dan Matim di Kemendagri RI 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | BORONG - Simon Sojo, warga Kelurahan Lempang Paji, dan Salim Demo, warga Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar Selatan, berharap penyelesaian tapal batas Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada secepatnya dituntaskan.

Dua tokoh masyarakat (Tomas) Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ini ikut menyaksikan rapat penyelesaian tapal batas Ngada dan Matim di Kemendagri RI.

Simon dan Salim yang ditemui seusai pertemuan di Kemendagri mengaku sudah terlalu lama persoalan tapal batas tidak diselesaikan.

Baca: Pansel Diingatkan Kerja Sungguh-sungguh, Seleksi Berkas Hingga 20 Oktober

"Kami masyarakat mau hidup tenang. Kami semua bersaudara. Tolong selesaikan cepat biar kami masyarakat tidak sengsara. Kami butuh ketenangan dan kehadiran pembangunan. Kalau sudah aman pasti di perbatasan bisa ada jalan, air dan listrik bagi warga," ujar Simon saat ditemui POS-KUPANG.COM di Jakarta, Senin (15/10/2018) sore.

Baca: 450 Investor Daftar Izin Usaha Secara Online

Simon mengatakan, ia bersama beberapa tokoh masyarakat telah diundang menyaksikan rapat penyelesaian tapal batas di Kemendagri.

"Satu permintaan kami tolong diselesaikan secepatnya. Kami yakin pemerintah pusat bisa mengurus dengan cepat," papar Simon.

Sementara Salim Demo pun berharap ada penyelesaian tapal batas akan membuat masyarakat bisa menikmati pembangunan.

"Sudah lama kami sengsara jadi tolong ada penyelesaian. Biar ada pembangunan di daerah tapal batas," papar Salim.

Sebelumnya, penyelesaian tapal batas Kabupaten Ngada dan Manggarai Timur (Matim) yang belum tuntas diselesaika Pemprov NTT akhirnya diambil oleh Kementerian Dalam Negeri (Depdagri) melalui Direktorat Toponimi dan Batas Daerah Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved