Sabtu, 11 April 2026

Berita pendidikan

Wow! Para Siswa SMA Negeri Biboki Anleu Semangat Membaca di Pohon Literasi

Para siswa juga diminta untuk membaca pohon literasi hasil perpaduan gagasan yang dibuat siswa dengan apa yang mereka baca.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Apolonia Matilde
Tommy Mbenu Nulangi

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan salah satu sekolah yang menerapkan budaya literasi untuk para siswa dan siswinya. Pihak sekolah mewajibkan para siswanya untuk membaca selama 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik, SMA Negeri Biboki Anleu, Yosef M Kobesi, S.Pd, kepada Pos Kupang, Sabtu (6/10/2018), mengatakan program literasi yang dijalankan di SMA Negeri Biboki Anleu merupakan program unggulan yang diwajibkan kepada siswa.

Yosef mengatakan, siswa diberikan waktu selama 15 menit untuk membaca apa saja di perpustakaan sekolah.

Baca: Jual Pacarnya di Internet, Seorang Pria Dapat Tawaran Senilai Rp 1,3 Miliar.Begini Kisahnya!

"Di sini ada satu program yaitu program literasi. Program literasi adalah kegiatan membaca. Di dalam kegiatan membaca setiap siswa diwajibkan membaca apa saja yang dia dapat, " ungkapnya.

Setelah membaca, kata Yosef, para siswa dapat mengaktualisasikan apa yang dibacanya di dalam kehidupan sehari-hari terutama materi pembelajaran di kelas.

"Program literasi ini membuat siswa semakin termotivasi untuk menambah wawasannya. Jangan karena kita di desa kemudian kita tidak membaca. Jadi kegiatan literasi ini membantu membuka pikiran dan wawasan para siswa," katanya.

Yosef menjelaskan, kegiatan literasi yang dilakukan di sekolahnya dimulai pada pagi hari selama 15 menit, tepat Pukul 07.00 Wita. Para siswa juga diminta untuk membaca pohon literasi hasil perpaduan gagasan yang dibuat siswa dengan apa yang mereka baca.

"Jadi 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai mereka membaca di perpustakaan atau membaca di pohon literasi. Dan kegiatan itu dilakukan secara terus-menerus setiap pagi, " katanya.

Baca: Tim Gubernur NTT untuk Percepatan Pembangunan ! DPRD Menilai Turut Membantu Birokrasi

Yosef menambahkan, setiap guru yang mengajar pada jam pelajaran pertama bertugas memberikan motivasi kepada siswa dengan menanyakan apa yang dibaca siswa pada saat menjalankan program literasi itu.

"Guru yang mengajar di jam pertama selalu memberikan motivasi tentang kegiatan literasi tersebut. Salah satunya dengan bertanya apa yang dibaca setiap pagi," katanya.
Dikatakan Yosef, kegiatan literasi juga dilakukan pada siang hari, sebelum jam pelajaran berakhir.

Menurut Yosef, program literasi di sekolah tersebut baru dilakukan karena disesuaikan dengan kurikulum nasional. Salah satunya penerapan program literasi secara nasional pada tahun ajaran (TA) 2018/2019.

"Minimal para siswa memiliki tambahan ilmu pengetahuan. Sehingga dampak yang kami rasakan, walaupun berjalan baru setengah semester, tetapi cukup terasa. Ini sangat membantu guru, karena siswa tidak hanya jadi pentonton, namun ada feedback dari siswa. Mereka sudah aktif dalam kelas, " katanya.

Menurut Yosef, program literasi sekolah bertujuan mempersiapkan siswa di tengah tantangan global saat ini. Saat ini, berbagai teknologi informasi berkembang cepat dan membuat siswa malas membaca.

Yosef berharap program literasi diterapkan di sekolah dapat meningkatkan kreatifitas siswa dan mutu pendidikan di sekolah tersebut.

Baca: Rumah Dinasnya Digeledah KPK, Bupati Malang Mundur dari Nasdem

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved