Berita Kabupaten Flores Timur
Tiga Atraksi Ini Sudah Bisa Anda Nikmati di Flores Timur Setiap Tahun, Simak!
Sadok Nonga, tinju tradisional salah satu warisan masyarakat agraris Lewotala Desa Bantala Flores Timur-NTT.
Penulis: Felix Janggu | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Feliks Janggu
POS-KUPANG.COM|LARANTUKA--Sadok Nonga, tinju tradisional salah satu warisan masyarakat agraris Lewotala Desa Bantala Flores Timur-NTT.
Atraksi tinju ini ditampilkan pada pembukaan festival budaya Nubun Tawa Jumat petang (5/10/2018) di perkampungan Bantala.
Masyarakat Bantala untuk pertama kalinya mementaskan warisan luhur budaya tinju itu di hadapan ribuan masyarakat dari beberapa desa di Kecamatan Lewolema.

Termasuk Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon dan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli. Dua pucuk pimpinan di Flotim setia sampai puncak festival Minggu malam (7/10/2018).
Pusat keramaian bergeser ke tepi pantai Leworahang Desa Ilepadung, masih dalam wilayah Kecamatan Lewolema.
Bupati Anton Hadjon bahkan ikut terlibat saat pentas tinju tradisional di moment pembukaan. Dengan mengumpulkan tenaga yang kuat, Bupati Anton dengan sekali tinju merobek anyaman bakul yang dipegang seseorang.
Demikian juga wakil Bupati Agustinus Payong Boli dan beberapa ASN lingkup setda Flotim. Jadilah atraksi itu pentas massal yang menghibur.
Kepala Desa Bantala Siprianus Rape Liwun menjelaskan tinju tradisional tidak mengadu kekuatan, tapi mempertontonkan kekuatan tenaga seseorang.
Mengapa kekuatan dipertontonkan? Sadok Nonga sebagai ekspresi syukur tertinggi masyarakat tani atas hasil panen, maka kekuatan lengan itu yang dipertontonkan.
"Sebab dengan kekuatan kedua lengannya, petani bisa mengolah lahan pertanian dan memetik panenan yang berlimpah," kata Rape Liwun.
Pentas Sadok Nonga menjadi atraksi paling menghibur di pembukaan festival selain tari massal dan berbagai atrasksi para pelajar.
Para penonton dengan mudah ikut terlibat di dalam arena, dan mempertontonkan kekuatan tinju pada bakul yang di dalamnya disimpan jerami padi.
Tidak berisiko ada benturan dengan sesma karena tidak ada saling adu kekuatan. Tidak menyentuh atau memukul tubuh orang lain.
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, 8 Oktober 2018, Taurus, Leo Dan Aries Romantis, Cancer Beri Ruang Khusus
Baca: KPop BTS Konser di Stadion Besar Citi Filed Amerika, Warga Korea Ramai-Ramai Tulis Begini
Partner hanya memegang bakul dan ditinju siapa pun yang ingin memperlihatkan kekuatan. Ditinju sampai robek.
Atraksi lain yakni ketangkasan memanah yang dikenal dengan istilah Leon Tenada. Atraksi ini akan sangat menarik untuk dipertandingkan dan melibatkan banyak orang.
Atraksi ini cukup menyita perhatian selain Sadok Nonga. Meski waktunya singkat sekali, ia memberi hiburan kepada ribuan penonton di hari pembukaan.
Bupati Flotim Anton Hadjon menyampaikan iktiarnya agar festival Nubun Tawa digelar setiap tahun pada titik yang telah diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Flores Timur.
Baca: Fahri Hamzah Perang Ciutan Dengan Mahfud MD Soal Hoax Ratna, Istana Hingga EKTP
Baca: Tetangga Ungkap Karakter Ratna Sarumpaet Pasca Ditetapkan Sebagai Tersangka, Faktanya Bikin Syok
Titik gelaran Nubun Tawa dari Kota Larantuka dengan roda dua bisa dijangkau hanya dalam waktu lima menit.
Jika Anda datang dari arah barat menuju Kota Larantuka, setelah keluar dari tempat wisata air panas Oka, tiba pada jembatan pertama belok kiri ke utara.

Sekitar dua tiga menit dari pertigaan, Anda sudah memasuki Kampung Bantala. Atraksi tinju Sadok Nonga dan Leon Tenada akan digelar setiap tahun.
Tidak usah khawatir dengan akodomodasi. Masyarakat setempat telah menyediakan rumah kediaman mereka bagi siapa pun tamu yang hendak menyaksikan atraksi ini.
Baca: Pasar Pagi Terbatas di TPI, Pemkab Sikka Langgar Aturan
Baca: Kades Maliti Bond Ate, SBD Minta Pemda Bantu Air bersih, WC Dan Penerangan Listrik
Baca: Elemen Masyarakat di TTS Diminta Dukung PSU
Masyarakat juga menyediakan kuliner lokal seadanya dan tidak akan membuat kelaparan selama mengikuti festival ini.
Dua tempat lain di Adonara dan Solor akan diadakan festival serupa dan menjadi festival agenda rutin tahunan di Flores Timur.
Menikmati Sunset Kawaliwu
Panitia Festival Nubun Tawa juga mengarahkan mata masyarakat Flores Timur pada kekayaan panorama pantai Kawaliwu di Pantura Flores Timur.
Hari kedua festival pada Sabtu malam, ribuan masyarakat dari Riangkotek berpawai menuju Kawaliwu untuk menyaksikan bersama indahnya sunset di permukaan laut.
Dua pucuk pimpinan di Flotim juga setia bersama masyarakat menikmati matahari pelan-pelan menghilang di balik samudra.
Karena masyarakat asik menikmati sunset di pantai, atraksi pembuatan garam tradisional tenggelam di antara ribuan masyarakat yang datang.
Baca: Kontingen NTT Bawa Tarian Kreasi Ofalangga, Gemufamire Dan Tebe Kancing di Jambore Pemuda Indonesia
Baca: Miniatur Alat Musik Sasando NTT Laris Manis Di Jambore Pemuda Indonesia di Bangka Selatan
Di Pantai Kawaliwu selain sunset, bisa juga menyaksikan masyarakat yang mewarisi pembuatan garam secara tradisional.
Pantai Kawaliwu juga menawarkan paket wisata yang menarik lainnya yakni pemandian air panas dan pasir putih nan halus.
Pantai ini juga landai dan sangat aman dan nyaman untuk mandi di laut. Anda bisa menikmati sekaligus sensai air laut dan air panas di tepi pantai.
Pantura Flotim masih mengikuti jalan yang sama dari Oka-Bantala-Kawaliwu. Dari jalan utama Oka di Pantai Selatan untuk sampai ke Pantura Kawaliwu sekitar 10 menit perjalanan.
Sebagai alternatif untuk menikmati sunset, di Desa Bantala juga sebenarnya sudah diciptakan wisata tracking Bukit Eta Kenere.
Pada malam pembukaan festival Jumat (5/10/2018) di puncak Bukit Eta Kenere digelar berbagai pentas budaya.
Dua suguhan menarik dari tempat ini, mendapatkan view pantura dengan sunsetnya dan view pantai selatan bersama deretan bukit di sekitar gunung Ile Mandiri.
Atraksi Tenun Tradisional
Malam puncak festival Minggu (7/10/2018) cukup meriah. Ribuan masyarakat dari berbagai desa di Lewolema bahkan dari Kota Larantuka meramaikan keheningan pantai Leworahang Desa Ilepadung.
Sekitar 5 menit perjalanan dari Pantai Kawaliwu ke arah barat di Pantura Flores Timur.
Bupati Anton dan Wakil Bupati Agus Boli setia berada di tengah masyarakat menyaksikan atraksi demi atraksi.
Ada atraksi musik etnik dari berbagai sanggar musik. Masyarakat Belogili menampilkan atraksi proses pembuatan kain tenun ikat.
Para personil menampilkan pentas mulai dari pemisahan kapas dari biji, pemilinan kapas, dan proses lain sampai puncaknya menenun.
Atraksi tenun tampil sangat apik, dan sangat kompak satu sama lain. Dari panggung utama pantai Leworahang, para ibu rumah tangga membius ribuan penonton untuk mengabadikan momen ini.
Selanjutnya masyarakat dihibur berbagai pentas musik etnik dan pentas musik Yasuhiro Morinaga dari Jepang dan ditutup resmi oleh Bupati Flotim Anton Hadjon.
Pantai Leworahang juga tidak jauh dari Kota Larantuka. Setelah tiba di Pantai Kawaliwu, ikuti ruas jalan pantura ke arah barat.
Hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit sudah tiba di Leworahang. Leworahang sendiri telah dikenal di manca negara karena masih mempertahankan korke dalam bentuknya yang tradisional.
Wisatawan asing setiap tahun secara rombongan selalu mengunjungi kampung Leworahang di Ilepadung ini.(*)