Berita Sumba Barat Daya Terkini

Memanas, Demonstran Beradu Mulut dan Saling Tunjuk dengan Kadis Pendidikan Sumba Barat Daya

Suasana memanas, saat lima perwakilan demonstran yang adalah para guru,bertemu Kepala Dinas Pendidikan SBD, Yohana Lingu Lango

Memanas, Demonstran Beradu Mulut dan Saling Tunjuk dengan Kadis Pendidikan Sumba Barat Daya
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Suasana pertemuan demonstran dengan Kadis Pendidikan SBD, Yohana Lingu Lango, Rabu (3/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Suasana memanas, saat lima perwakilan demonstran yang adalah para guru, pemerhati pendidikan dan perwakilan orang tua murid bertemu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Yohana Lingu Lango, Rabu (3/10/2018) pukul 14.30 wita.

Saat koordinator aksi Mateos Doli, mempertanyakan mengapa nama-nama 32 guru yang sudah mengabdi tetapi tidak terakomodir pada SK kontrak tahun 2018, mempertanyakan peran Kepala Dinas Pendidikan SBD dan sebagainya menyulut emosi Kepala Dinas Pendidikan SBD, Yohana Lingu Lango, yang akhirnya berdiri, bersuara keras dengan tangan kananya menunjuk lima perwakilan demonstran itu.

Sontak saja, lima demonstran juga berdiri berteriak mempersalahkan Kadis Pendidikan SBD. Suasana sedikit memanas karena masing-masing pihak saling menyalahkan.

Baca: Gubernur NTT Sidak ke UPTD PTK dan LTSA, Ini yang Dibicarakannya

Namun suasana tersebut tidak berlangsung lama, berkat kesigapan Kabag Ops Polres Sumba Barat, AKP Jeffri Fanggidae dan staf menengahi persoalan itu.

Akhirnya suasana redah, kedua belah pihak bersepakat berdialog dengan dipandu Kabag Ops Polres Sumba Barat, AKP Jeffri Fanggidae.

Baca: KPU dan Bawaslu TTS Didemo FPR, Pertanyakan Status Ganda Paket Naitboho dan Alex Kase

Dalam pertemuan itu, para demonstran mempertanyakan mengapa 32 guru yang sudah mengabdi tetapi tidak diperpanjang masa kontrak pada tahun 2018, nama-nama tersebut diusulkan Dinas Pendidikan SBD, apakah tidak dicek nama-nama guru itu, tidak diperpanjang masa kontrak tahun 2018 tetapi dalam SK bupati pengawasan ujian, nama 32 guru itu masih ada, bahkan dalam SK itu ada tenaga kontrak baru berijasah S1 padahal sesungguhnya hanya ijasa SMA, demonstran juga mempersoalkan Dinas Pendidikan merevisi Sk dengan memperbaiki SK tenaga kontrak dari ijasah S1 ke ijasah SMA.

Padahal pada saat bersamaan Bupati SBD, Markus Dairo Tallu, S.H sedang cuti karena mengikuti kampanye pilkada SBD tahun 2018. Pertanyaannya, dari sisi kewenangan, apakah Dinas Pendidikan SBD bisa merubah SK bupati.

Terhadap hal itu, Kepala Dinas Pendidikan SBD, Yohana Lingu Lango, menjelaskan, soal tenaga kontrak, dalam nota dinasnya mengusulkan semua tenaga guru kontrak tahun 2017 dapat diangkat lagi menjadi guru kontrak pada tahun 2018.

Namun harus dipahami, kewenangan pengangkatan tenaga kontrak daerah, sepenuhnya wewenang Bupati SBD, Markus Dairo Tallu, S.H.

Lebih lanjut, menjelaskan, tenaga kontrak itu diangkat mulai 1 Januari hingga 31 Desember setiap tahun. misalnya 1 Januari 2017 hingga 31 Desember 2017.

Selanjutnya, bila tenaga kerja tersebut masih dibutuhkan maka kepala wilayah bisa memperpanjangnya. Jadi soal urusan tenaga kontrak kerja sepenuhnya kewenangan bupati, Dinas Pendidikan hanya pelaksana teknis saja.

Karena itu jangan mempersalahkan dinas pendidikan tetapi mempertanyakan langsung ke Bupati SBD, Markus Dairo Tallu, S.H.

Sedangkan berkaitan dengan revisi SK kontrak tahun 2018, demikian Yohana, Dinas Pendidikan tidak pernah merevisinya. Revisi SK itu langsung oleh Bupati SBD, Markus Dairo Tallu, S.H setelah aktif kembali bekerja.

Jawaban tersebut langsung dibantah demonstran, karena revisi SK terjadi seminggu setelah diumumkan ke publik tanggal 21 Maret 2018. Sedangkan Bupati SBD, Markus Dairo Tallu, S.H kembali aktif bekerja sebagai bupati SBD tanggal 25 Juni 2018. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved