Berita Flores Timur

Guru Fisika SMPK Sanctissima Hokeng Didaulat IGI Pusat Jadi Coach Sagusateg Nasional

Damsianus Sepulo Tukan mengharumkan nama Flores Timur, bahkan NTT di forum Rakornas Ikatan Guru Indonesia 2018

Guru Fisika SMPK Sanctissima Hokeng Didaulat IGI Pusat Jadi Coach Sagusateg Nasional
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Guru SMPK Sanctissima Hokeng Damsianus Tukan (tengah) mendapatkan sertifikat sebagai coach satu guru satu teknologi (Sagusateg) nasional diterima di Jakarta Convention Center (JCC) 28 September 2018. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Damsianus Sepulo Tukan mengharumkan nama Flores Timur, bahkan NTT di forum Rakornas Ikatan Guru Indonesia 2018 dengan buku karyanya," Mesin Pengawet Tanpa Listrik".

Karena karyanya ini pula, IGI Pusat memberikan sertifikat khusus kepada Damsianus Tukan untuk menjadi coach nasional IGI.

Dengan sertifikat ini, Damsianus Tukan mempunyai legitimasi untuk membagikan gagasan kepada teman-teman IGI di seluruh tanah air.

Baca: Gempa Sumba Tak Berpotensi Tsunami, Ini Fakta-Faktanya!

Baca: Guru SMPK Sanctissima Trinitas Hokeng Flotim Ini Ciptakan Mesin Pengawet Tanpa Listrik

Damsianus Tukan kepada POS-KUPANG.COM di Larantuka Senin malam (1/10/2018) menceritakan selama Oktober 2018 ia diundang ke Papua dan Maluku.

"Saya sebagai anak tanah Flores Timur sangat bangga mendapatkan penghargaan ini. Ini pertama kali Flotim mendapatkan penghargaan di moment spektakuler ini," kata Damsianus Tukan.

Baca: Kapal Karam Angkut Pakaian Rombengan Bawa Rezeki untuk Warga Nebe

Damsianus Tukan mengungkapkan tertantang oleh permintaan Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli yang meminta guru melalukan riset dan hasil riset itu bisa berguna bagi masyarakat.

"Inovasi saya ini lahir dari masalah yang kita hadapi, listrik sering padam dan orang mengeluh kulkas rusak. Jadi ini tidak menggantikan, tapi alternatif bagi kulkas," kata Damsianus Tukan.

Keuntungan kedua dari teknologi ini, kata Damsianus Tukan, ia lahir dari kebiasaan masyarakat, lahir dari kearifan lokal masyarakat Flores Timur.

Yang ketiga, teknologi ini juga murah dan sangat membantu masyarakat kecil yang tidak mempunyai dana untuk membeli kulkas di rumah mereka.

Melalui spirit IGI "Share and Growing Together", Damsianus Tukan mengajak para guru di Flores Timur untuk menghasilkan karya meski sekecil apa pun untuk kemajuan pendidikan di Flores Timur. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved