Berita Nasional Terkini

Ketua Umum PPP Sindir Partai yang Tak Teken Deklarasi Kampanye Damai

Ketua Umum PPP, Romahurmuziy menyindir partai yang belum meneken deklarasi kampanye damai untuk Pemilu 2019.

Ketua Umum PPP Sindir Partai yang Tak Teken Deklarasi Kampanye Damai
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Ketua Umum PPP, Romahurmuziy menyindir partai yang belum meneken deklarasi kampanye damai untuk Pemilu 2019. Namun ia tak menyebut partai mana yang dimaksud.

"Beberapa hari yang lalu, sudah ditandatangani komitmen kampanye damai yang juga dihadiri oleh Bapak Presiden dan ditandatangani oleh seluruh pimpinan ataupun partai politik, kecuali yang tidak tanda tangan," kata Romi, sapaannya, saat ditemui di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Ia menambahkan, semua pihak yang telah meneken deklarasi kampanye damai tentu akan menjaga proses kampanye tanpa pelanggaran.

Baca: Indonesia Resmi Kuasai 51 Persen Saham Freeport, Ini Langkah Selanjutnya

"Semuanya memiliki komitmen yang sama untuk kampanye damai, menjauhkan diri dari hoaks, fitnah, menjauh diri dari politik identitas," lanjut Romi.

Diketahui, Partai Demokrat belum menandatangani komitmen deklarasi kampanye damai yang berlangsung di Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018).

Baca: Uang Suap Gubernur Aceh Diduga untuk Biayai Aceh Marathon

Hal itu terjadi lantaran Partai Demokrat melancarkan protes terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI saat deklarasi kampanye damai Pemilu 2019 yang berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

"Tadi teman-teman lihat Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) hadir. Tadi malam saya telepon Ketua KPU (bahwa) Pak SBY akan hadir. Tapi baru kira-kira lima menit tadi ikut defile, beliau (SBY) turun dan walk out meninggalkan barisan," kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat ditemui usai acara deklarasi kampanye damai itu.

Menurut Hinca, SBY walk out karena melihat banyak sekali aturan main yang dilanggar, tak sesuai dengan apa yang disepakati dari awal. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved