Berita Kabupaten Sumba Barat
Dianggap Berhasil, Program Pendidikan INOVASI Ramai-Ramai Diadopsi Pemerintah Daerah di Sumba
Empat daerah yang menurut penelitian ACDP 2016 memiliki tingkat literasi dan numerasi yang cukup rendah ini melihat program
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Program pendidikan INOVASI yang efektif berjalan pada awal tahun 2018 mendapatkan apresiasi yang amat baik dari pemerintah daerah Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah.
Ini terbukti dengan komitmen mereka mengalokasikan dana APBD yang cukup besar untuk mengadopsi atau mendiseminasi program pendidikan bantuan dari pemerintah Australia tersebut.
Empat daerah yang menurut penelitian ACDP 2016 memiliki tingkat literasi dan numerasi yang cukup rendah ini melihat program INOVASI menjadi salah satu cara menjawab tantangan tersebut. Bahkan Pemda Sumba Timur bersedia mengalokasikan dana sebesar Rp 1,3 miliar untuk menularkan program tersebut ke pendidik-pendidik lain yang belum terkena program.
Baca: Intip Ramalan Zodiak Hari Ini, Kamis 27 September 2018, Taurus dan Cancer Bekerja di Rumah
Dengan dana tersebut, Pemda Sumba Timur merekrut 62 Fasilitator Daerah sebagai tambahan 10 fasilitator yang sebelumnya telah direkrut oleh INOVASI. Fasilitator daerah ini bertugas melatihkan modul-modul pelatihan INOVASI ke pendidik kelas awal atau kelas 1, 2 dan 3 di tiga belas kecamatan yang baru dipilih menjadi penerima program oleh daerah.
Kecamatan -kecamatan tersebut merupakan kecamatan di luar empat kecamatan yang selama ini sudah menjadi dampingan dan dibiayai INOVASI dan satu kecamatan lainnya yang ditalangi oleh INOVASI dan Pemda Sumba Timur.
Tak ketinggalan dengan pemda Sumba Timur, Pemda Sumba Barat mengalokasikan 527 juta, Sumba Barat Daya 623 Juta, dan Sumba Tengah 500 juta, yang juga untuk diseminasi.
Baca: Penggemar Drama Korea, Intip 10 Drakor Yang Bakal Tayang Bulan Oktober 2018
Dalam pertemuan yang baru-baru ini dilaksanakan oleh FPPS (Forum Peduli Pendidikan Sumba) di Sumba Timur, lewat Dr. Lery Rupidara -Kepala Biro Kerjasama Provinsi, Gubernur Nusa Tenggara Timur yang baru, Viktor Laiskodat menyampaikan apresiasinya terhadap program INOVASI.
Menurutnya, kemampuan literasi adalah kemampuan yang amat penting untuk dikembangkan. Sebagai bentuk apresiasinya, untuk menunjang program yang sudah ada, ia berjanji memperluas cakupannya dan mengembangkan perpustakaan yang lebih baik.
“Kalau terdapat bukti yang kuat keberhasilan program ini, kita akan perluas ke 18 daerah lain, seperti ke Alor, Flores dan Rote yang kondisinya hampir sama dengan di Sumba,” ujar Lery mewakili Gubernur, Kamis 20 September 2018.
Perubahan Cara dan Paradigma Mengajar
Menurut guru-guru penerima program, INOVASI telah mengenalkan pada mereka metode mengajar yang terbukti efektif membuat siswa cepat menyerap pembelajaran.
Baca: RM BTS Akui Gugup Saat Berpidato di Sidang Umum PBB, Tangannya Gemetar
“Salah satu keberhasilan INOVASI adalah membuat saya tahu cara mengajar yang lebih efektif, yang mampu membuat siswa tingkat literasinya dan numerasinya jadi cepat meningkat dan memiliki karakter yang lebih kuat dari sebelumnya,” ujar Sarvina Mbali Rima, guru SDN Kadahang, Sumba Timur, Selasa 25 September 2018.
Menurutnya, dulu sebelum mengenal program INOVASI, ia mengajar berdasarkan naluri pikirannya saja tanpa dibekali metode mengajar yang tepat.
“Sekarang kita dibekali dengan metode pembelajaran aktif berbasis MIKIR atau mengalami, interaksi, komunikasi dan refleksi yang memudahkan kami membuat skenario pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi siswa,” ujarnya.
Namun yang paling penting menurutnya, kehadiran INOVASI telah mengubah cara pandangnya terhadap profesinya sendiri sebagai guru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fasilitator-inovasi_20180927_004845.jpg)