Berita NTT Terkini
Tour de Flores Tahun Ini Ditiadakan, Anggarannya Dialihkan untuk Kegiatan Ini
Komisi II DPRD NTT meniadakan kegiatan Tour de Flores (TdF) di tahun 2018 ini. Anggaran untuk TdF dialihkan ke kegiatan lain.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Komisi II DPRD NTT meniadakan kegiatan Tour de Flores (TdF) di tahun 2018 ini. Anggaran untuk TdF dialihkan ke kegiatan lain.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Komisi II DPRD NTT, Hamdan Aleh Batjo, S.P dalam Rapat Paripurna DPRD NTT, Rabu (26/9/2018).
Rapat ini dipimpin Wakil Ketua DPRD NTT, Gabriel Beri Binna. Hadir Sekda NTT, Ben Polo Maing dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov NTT.
Baca: Masyarakat Kota Kupang Belajar Kelola Sampah
Rapat dengan agenda penyampaian pembahasan komisi-komisi terhadap Rancangan Perubahan APBD NTT tahun 2018.
Hamdan dalam penyampaian laporan Komisi II, mengatakan, anggaran untuk TdF tahun 2018 digeser ke kegiatan lain.
Baca: 10 Kelurahan Dapat Dukungan Motor Sampah
"Jadi tahun ini kegiatan TdF ditiadakan dan anggarannya dialihkan ke kegiatan lain.," kata Hamdan.
Menurut Hamdan, Komisi II DPRD NTT mendukung usulan pergeseran angaran TdF sebesar Rp 3.146.574.700 atau Rp 3.1 M yang dianggarkan pada Perubahan APBD Tahun 2018.
"Dana TdF digeser untuk kegiatan-kegiatan lain, seperti lomba vlog dan blog pariwisata, promosi instrumentalia lagu daerah, kampanye sadar wisata dan pemilihan duta wisata," kata Hamdan.
Dia menegaskan, dengan ditiadakannya TdF maka anggarannya bisa digunakan untuk kegiatan lain yang bisa mendukung pariwisata NTT.
"Komisi II juga mendesak Dinas Pariwisata NTT untuk merancang rencana pelaksanaan kegiatan-kegiatan pariwisata sesuai dengan yang telah diusulkan dalam perubahan tahun anggaran 2018," katanya.
Politisi Partai Hanura ini mengharapkan, setiap rupiah yang dianggarkan oleh dan dibelanjakan harus bernilai kepada masyarakat, terutama memecahkan masalah publik yang demikian kompleks.
"Karena itu, mari kita membangun tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku," ujarnya.
Anggota Komisi II DPRD NTT, Ir. Ans Takalapeta mengatakan, sesuai usulan dari Dinas Pariwisata NTT, maka anggaran TdF 2018 digeser ke kegiatan lain.
"Alasan dari Dinas Pariwisata NTT bahwa tahun 2018 ini ada kegiatan pilkada serentak dan Pilgub NTT, sehingga anggaran banyak yang terserap ke pilkada baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota. Karena itu dana untuk TdF digeser atau ditiadakan," kata Ans.
Dikatakan, dengan program Gubernur NTT saat ini lebih fokus pada pariwisata, karena itu semua sektor pembangunan yang ada di NTT harus juga bisa menunjang pariwisata.
"Anggaran untuk TdF itu dialihkan ke kegiatan-kegiatan untuk pra kondisi dalam menyiapkan pelaksanaan pembangunan kedepan," katanya. (*)