Berita Kota Kupang Terkini

OMK Paroki Sanjose Penfui Adakan Aneka Lomba Saat BKSN

Merayakan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Orang Muda Katolik Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang mengadakan aneka kegiatan perlombaan.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Suasana kegiatan lomba dalam rangka BKSN yang digelar oleh OMK Sanjose Penfui Kupang, Sabtu (22/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Merayakan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Orang Muda Katolik Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang mengadakan aneka kegiatan perlombaan.

Tema yang diusung yaitu, "Mewartakan Kabar Gembira Dalam Kemajemukan". Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 17-22 September 2018 di Gereja Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui.

Peserta kegiatan ini adalah anak-anak sekami, OMK dan orang tua dari setiap Stasi, Kapela dan Wilayah dalam Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui.

Baca: Sosialisasi Program Inovasi Desa di Malaka Diwarnai Debat Kusir

Demikian penjelasan Frid Tirik, Ketua Panitia Pelaksana BKSN OMK Penfui 2019 dalam siaran pers yang diterima POS-KUPANG.COM, Selasa (25/9/2018).

"Dewasa ini dunia semakin maju hingga masyarakat pun ikut mengalami kemajuan. Banyak tanda-tanda kemajuan yang telah kita lihat bahkan kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan ini merebak ke berbagai bidang kehidupan manusia baik yang berdampak positif maupun yang berdampak negatif," ungkap Frid Tirik.

Baca: Petani dan Penyuluh THL Panen Jagung di Demplot Atokama Gunakan Mesin Panen

Menurut Tirik, dalam konteks kehidupan iman, pengaruh kemajuan teknologi yang pesat juga nampak.

Secara positif kemajuan teknologi memudahkan manusia dalam menerima dan mewartakan kabar gembira. Contohnya, kemudahan manusia dalam membaca kitab suci yang sudah tersedia dalam aplikasi sehingga bisa membaca dimana saja dan bisa menyebarkan firman yang diperoleh kapan saja dan dimana saja serta lebih cepat.

Namun selain membawa dampak positif tentu saja kemajuan teknologi membawa juga dampak negative yaitu merosotnya iman akibat kehidupan yang sekular dan hedonisme.

Kemerosotan iman ini agak sulit dibendung jika generasi kita terus terlarut dalam arus zaman dan tak mampu bangkit dari hantaman gelombang badai zaman.

Bentuk dari kemerosotan iman yang terjadi adalah sedikitnya kepedulian umat beriman yang menghiraukan kitab suci sebagai suatu bacaan yang wajib dibaca dan direnungkan.

Ia mengatakan Kitab suci hanya sebagai bahan pajangan di meja dan di lemari yang menandai pemiliknya sebagai pemeluk katolik yang taat.

Hal ini tidak saja terjadi pada orang dewasa yang sudah mengerti tapi juga pada anak-anak sebagai penerus masa depan gereja .

Kesibukan orang tua dan kemajuan zaman menjauhkan anak-anak dari Kitab Suci yang mengandung firman Tuhan .

"Atas dasar pemikiran ini kami selaku Orang Muda yang tergabung dalam wadah Orang Muda Katolik merasa miris dengan kondisi tersebut diatas. Orang Muda yang pada esensi sebagai agen dari perubahan dan harapan masa depan gereja sudah sedianya untuk turut bertanggung jawab dalam membangun iman gereja dewasa kini," ungkap Tirik.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved