Berita NTT
Pempov NTT Diminta Perhatikan Keamanan dan Keselamatan Sektor Perhubungan
Komisi IV DPRD NTT minta Pemerintah NTT memperhatikan keamanan dan keselamatan bidang perhubungan selain perlu pembenahan sarana
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/KUPANG --- Komisi IV DPRD NTT meminta pemerintah NTT untuk memperhatikan keamanan dan keselamatan pada bidang perhubungan. Selain itu perlu pembenahan sarana prasarana dalam menjamin situasi keamanan di pelabuhan .
Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD NTT, Jefri Un Banunaek, Selasa (18/9/2018).
Baca: Kades di Ende Diminta Agar Pasang Papan Proyek di Desa
Baca: Pemda Ende Dapat Jatah 165 CPNS
Menurut Jefri, dengan semangat Hari Perhubungan Nasional tahun 2018, diharapkan pemerintah bisa meningkatkan pengawasan di pelabuhan-pelabuhan yang ada di NTT, terutama di Pelabuhan Tenau Kupang , Pelabuhan Bolok dan beberapa pelabuhan besar.
"Kami minta pemerintah perhatikan ini, sehingga jangan ada lagi keluhan soal begal, copet dan lain sebagainya di pelabuhan, termasuk masalah dengan portir dan juga keamanan di pelabuhan," kata Jefri.
Dia meminta keseriusan pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan dan stakeholder maupun instansi terkait di pelabuhan. "Khusus ASDP, KSOP dan Pelindo kita minta juga agar perhatikan hal ini, selain sarana-prasarana pelabuhan. Selain itu di Bandara-bandara juga perlu diatur dengan baik demi peningkatan pelayanan masyarakat," katanya.
Dikatakan, banyak sekali keluhan dari masyarakat soal pungutan-pungutan di pelabuhan-pelabuhan.
"Bahkan, khusus di bandara dan pelabuhan besar, biasnya terjadi arus calon tenaga kerja atau buruh migran. Karena itu, kita harapkan selain dari dinas perhubungan, ada juga satuan tugas yang telah dibentuk pemerintah agar bisa perhatikan hal ini,"ujarnya.
Lebih lanjut, dikatakan dengan semangat hari Perhubungan Nasional, diharapkan dinas terkait dapat berkolaborasi dengan stakeholder untuk mendukung program pemerintah baru di NTT.
"Hal lain, yakni kapal feri di NTT selama ini sulit beroperasi saat gelombang tinggi atau sekitar 1-2 meter, karena itu perlu diperhatikan agar ada kapal yang bisa berlayar pada kondisi itu," ujarnya.
Ketua Komisi IV DPRD NTT, David M Wadu, S.T mengatakan, yang masih perlu dibenahi serius adalah sarana di pelabuhan udara, laut dan darat.
"Transportasi ini memegang peranan penting, salah satunya mendukung pariwisata di NTT. Jika ini tidak diperhatikan maka sektor lain juga pasti terhambat," kata David.
Dikatakan, pemerintah perlu memperhatikan sarana dan fasilitas perhubungan.
Terkait perhubungan laut, ia mengatakan, tentu ada kebutuhan dari segi sarana transportasi laut, yakni kapal feri.
"Kapal feri di NTT harus dengan kapal yang bertonase besar, agar di waktu hujan atau gelombang tinggi bisa tetap beroperasi," katanya.
Kepala Dinas Perhubungan NTT, Isyak Nuka mengatakan, di momentum Hari Perhubungan Nasional tahun 2018 dan sesuai arahan dari gubernur NTT, agar pihaknya harus memperhatikan semua transportasi baik darat, laut maupun udara.
"Khusus untuk laut, pak gubernur melakukan MoU dengan ASDP dan pada 9 September 2018, Dirut ASDP datang beraudiens dengan gubernur NTT. Saat itu pak gubernur meminta ASDP agar bisa menyiapkan kapal lebih besar untuk NTT," kata Isyak.
Dia mengatakan, jenis kapal yang bisa melayani wilayah atau lintasan di NTT yakni di atas 2000 GT.
"Ini supaya dapat menjangkau daerah atau wilayah kepulauan seperti di NTT. Kadang di saat musim hujan, kapal-kapal yang ada tidak bisa beroparasi karena cuaca, sehingga kalau ada kapal yang lebih besar maka dapat melayani pada saat musim hujan atau kondisi gelombang tinggi," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jefri-un-banunaek_20180918_114502.jpg)