Berita Kabupaten Sikka
Harga Tenun Ikat Sikka Ditentukan Pembeli. Ini Harganya
Kain sarung ikat tenun asal Sikka di Pulau Flores, NTT merupakan karya dan kreativitas intelelektual masyarakat.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan Pos-kupang.com, Eginius Mo’a
POS-KUPANG.COM, MAUMERE--- Kain sarung ikat tenun asal Sikka di Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan karya dan kreativitas intelelektual masyarakat. Namun harga jual kain ikat tenun belum dihargai maksimal sebagai sebuah karya intelektual.
“Selama ini pembeli yang tentukan harga kain ikat tenun. Ini kain hasil karya kreativitas intelektual yang tinggi,” kata Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Sikka, Oscar Pareitra Mandalangi, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (17/9/2018) di Maumere.
Baca: Penjabat Bupati Sikka Ungkapkan Uneng-Uneg! ASN Terjerat Eko Sektor
Baca: Protes Dana Pam Pilkada Sikka! PMKRI Maumere Gelar Aksi Lagi
Oscar menyebut harga selembar sarung ikat tenun di Maumere berkisar Rp 500-Rp 600 ribu. Ketika tiba dibawa ke Jakarta dijual Rp 3 juta/lembar dan di Swiss Rp 30 juta perlembar.
Dengan terbitnya MPIG,kata Oscar, semua kain ikat tenun dicap dengan logo dan merek sebelum dijual ke pasaran. Harganya ditentukan oleh MPIG, sehingga penenun tidak berada pada posisi yang lemah.
Ia menambahkan ikat tenun merupakan karya kreativitas intelektual yang wajib dilindungi. Untuk menghasiklkan selembar kain tenun, digambar lebih dulu yang dihasilkan dari karya seni.
“Beda dengan batik, kainnya sudah jadi digambar atau diberi motip. Serung tenun digambar dulu baru dibuat kainya,” ujar budayawan asal Sikka. *)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/maumere-tenun-ikat_20180917_115756.jpg)