Opini Pos Kupang

Viktor Laiskodat: Amos Dari dan Untuk NTT

Terus terang, saya tidak terlalu mengenal secara dekat sosok Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur

Editor: Dion DB Putra
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi (kanan) melakukan salam komando seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). 

Oleh Tony Kleden
Pemimpin Redaksi Kabar NTT, mengajar jurnalistik di FISIP Unwira Kupang

POS-KUPANG.COM - Terus terang, saya tidak terlalu mengenal secara dekat sosok Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur NTT 2018-2023. Bersua muka langsung dengannya pun baru dua kali.

Pertemuan pertama terjadi Oktober 2002, saat bersama Sarah Lery Mboeik kami dijamu makan siang di salah satu restoran di Plaza Senayan, Jakarta. Segala kepenatan setelah dua hari ikut kongres antikorupsi di Bandar Lampung terbayar ketika bersua dan makan siang bareng bersama Viktor di Plaza Senayan kala itu.

Pertemuan kedua terjadi, Kamis 23 Agustus 2018 di Biara Soverdi, Kupang. Di komunitas para pastor dari tarekat SVD (Societas Verbi Divini/Serikat Sabda Allah) ini, Viktor ingin bertemu dan berbagi gagasan, melontarkan ide dan membeberkan sejumlah agenda kerjanya memimpin NTT lima tahun ke depan dan diskusi bersama Superior General SVD (Pemimpin Tertinggi SVD), Pater Dr. Paul Budi Kleden, SVD dan para pastor yang hadir.

Baca: 10 Drakor alias Drama Korea Tentang Percintaan di SMA dan Kampus Terbaik, Asli Bikin Baper

Tulisan ini tidak mengambil fokus pada profil Viktor dan Paul Budi, tetapi coba menangkap pesan di balik munculnya kedua sosok ini pada suatu masa yang sama di dua medan tugas yang berbeda.

Viktor memimpin dan membangun NTT lima tahun ke depan dan bisa dipilih ulang pada periode kedua, Paul Budi memimpin tarekat religius enam tahun ke depan dan bisa dipilih lagi.

Viktor tampil dan bergerak melalui dan di atas panggung politik, Paul  Budi hadir di balik dan dari `tembok biara'. Yang pertama lebih fokus pada pembangunan fisik, yang kedua menaruh fokus pada urusan rohani. Yang mempertemukan keduanya adalah tujuan yang sama dari kedua medan bakti ini, yakni paripurnanya kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia.

Dari NTT

Adalah sebuah kebetulan sejarah ketika kedua sosok ini tampil di atas panggung publik secara luas. Baik Paul Budi maupun Viktor yang sama-sama lahir tahun 1965 muncul pada waktu bersamaan. Viktor bersama pasangannya, Josef Nae Soi memenangkan kontestasi Pemilihan Gubernur NTT 27 Juni 2018, ditetapkan KPU NTT sebagai pemenang pada tanggal 24 Juli 2018 dan dilantik menjadi Gubernur NTT, 5 September 2018.

Pada rentang waktu yang tidak terpaut jauh, yakni pada tanggal 4 Juli 2018, Paul Budi terpilih menjadi Superior General SVD ke-12. Baik Viktor maupun Paul Budi tampil meyakinkan meraup suara terbanyak. Menyisihkan tiga pasangan lain, duet Viktor-Josef mendulang 838.213 atau 35,60% suara pemilih NTT, sementara Paul Budi menang mutlak 82 dari 118 peserta yang memiliki hak pilih.

Baca: Intip Ramalan Zodiak Sabtu 8 September 2018, Aries Waspada Gosip di Tempat Kerja, Zodiak Lain?

Apakah kehadiran kedua sosok ini hanya dapat dilihat dan dibaca sebagai sebuah kebetulan sejarah semata? Paul Budi menerima tugas mahaberat memimpin SVD sejagat ini pada masa ketika hampir sepertiga anggota SVD di dunia adalah putra-putra NTT.

Maka, kita mesti membaca juga bahwa bagi Paul Budi, terpilihnya dia memimpin SVD sejagat adalah juga dan terutama adalah rahmat sejarah. Rahmat turun di NTT dalam diri orang NTT yang menembus batas negara.

Hal yang sama juga dapat kita katakan tentang kehadiran Viktor. Kita ingat Viktor pernah muncul di atas panggung kontestasi Pemilihan Gubernur NTT tahun 2003 lalu. Ketika itu Viktor berpasangan dengan Drs. Simon Hayon dan kalah satu suara dari pasangan Piet A Tallo-Frans Lebu Raya ketika gubernur-wakil gubernur masih dipilih oleh wakil rakyat (DPRD).

Setelah itu selama dua periode Pilgub NTT Viktor tidak tampil. Tetapi dia menampilkan diri sebagai wakil rakyat NTT di DPR RI. Barulah pada Pilgub NTT 2018 Viktor muncul kembali dan terpilih. Apakah munculnya Viktor sebagai gubernur terpilih di tahun 2018 ini juga merupakan kebetulan sejarah semata?

Baca: RM BTS Terlihat Makin Keren Dalam Video Di Belakang Layar ini. Bagaimana Menurutmu?

Sama seperti Paul Budi, munculnya Viktor di panggung Pilgub NTT juga mesti bisa dibaca lebih dari sekadar kebetulan sejarah. Kehadirannya bisa dilihat dan dibaca sebagai rahmat sejarah ketika warga NTT dalam hampir semua sektor kalah dengan provinsi lain.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved