Berita Kabupaten Nagekeo

Osin Bilang Tidak Gampang Jadi Anggota Paskibraka

seleksi yang sangat ketat dan membutuhkan daya tahan tubuh yang kuat sehingga tidak cepat lelah saat latihan.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Osin Siswi SMAN I Aesesa , pembawa bendera saat apel bendera HUT RI ke 73 tingkat Kabupaten Nagekeo, Jumat (17/8/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Roselina Diana To Wea, pembawa bendera saat apel upacara HUT RI 73 RI tingkat Kabupaten Nagekeo mengaku tidak gampang menjadi anggota Paskibraka.

Pasalnya, seleksi yang sangat ketat dan membutuhkan daya tahan tubuh yang kuat sehingga tidak cepat lelah saat latihan.

"Perjuangan yang bgtu panjang dan sangat berat dari mengikuti seleksi yang sangat ketat..Selama di karantina kami smua mengikuti peraturan dan kami dididik dengan cara bagus, disiplin yang sangat bagus," papar siswi yang akrab disapa Osin ini kepada POS KUPANG.COM, Selasa (4/9/2018).

Ia mengharapkan semoga Paskibraka Nagekeo kedepannya dapat lebih baik dan lebih maju dari angkatan sebelumnya dan menjadi suatu kebanggan tersendiri.

"Saya sangat bangga dan berterimakasih kepada orang yang selalu mendukung saya dan semoga dengan menjadi anggota Paskibra dapat menjadi teladan utk semua orang," papar Osin.

Ia mengajak kaum muda untuk berbuat sesuatu yang positif. Jangan pernah mengharapkan sesuatu hal dengan instan. Harus rajib belajar dan jangan cepat puas dengan prestasi yang ada. Harus ditingkatkan lagi.

"Ayo teman-teman bangkitlah dan terus maju jangan takut jangan putus asa walaupun kita mempunyai kekurangan dan keterbelakangan kita pasti bisa dan jangan menyerah sebelum berusaha terutama kita harus percaya pada diri kita sendiri. Sehingga kita bisa menjadi orang yang sukses dan membahagiakan orangtua dan orang-orang yang telah mendukung," ujar alumnus SMPN I Aesesa ini.

Siswi yang hobi bermain bola voly ini mengaku lega bisa menjalankan tugasnya menjadi anggota Paskibraka dengan baik.

"Lega dan terharu serta sangat bahagia karena telah melewati semua rintangan dan berterima juga kepada panitia, pembina dan semua panitia yang telah mempercayai saya. Dan saya berharap saya menjadi teladan yang baik bagi semua orang selama mengikuti diklat paskibra," ungkap gadis kelahiran Bajawa 17 Januari 2001 ini.

Anak ke tiga dari lima bersaudara ini mengaku, kaget saat namanya disebut akan membawakan bendera merah putih saat apel.

Meskipun terkesan dadakan, ia tetap siap karena sudah mengikuti seleksi dan diklat hingga karantina selama kurang lebih dua minggu.

Tugas seorang Paskibraka harus tetap siap walaupun keadaan yang sulit.

"Saya bangga pada diri sendiri karena tidak disangka dipilih. Karena dari puluhan angggota Paskibraka saya yang terpilih dari sekian banyak peserta," papar Osin

Ia juga mengatakan dirinya tidak pernah membayangkan dirinya akan dipilih menjawa pembawa bendera saat apel.

"Saya juga tidak tahu mengapa saya yang terpilih menjadi pembawa bendera padahal banyk peserta yang mengikuti Diklat Paskibra," ujar Osin.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved