Jumat, 8 Mei 2026

Berita Nasional

Benarkah Indonesia Dijajah Belanda Selama 350 Tahun? Inilah rahasianya

Agustus merupakan bulan kemerdekaan Indonesia. Pada 17 Agustus 1945, Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Dok. KOMPAS
Penggeledahan yang dilakukan oleh tentara Belanda di zaman perang kemerdekaan. Penggledahan yang dilakukan oleh tentara Belanda di zaman perang kemerdekaan. 

"Oleh tokoh-tokoh nasionalis seperti Sukarno pernyataan 350 tahun penjajajahan ini dipakai utk membakar semangat perjuangan," ujar Yerry, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Melihat catatan waktu, VOC mulai menancapkan kukunya di Nusantara pada 1602. Jika ditambah 350 tahun, hasilnya Indonesia baru merdeka pada 1952.

"Kesimpulan 350 tahun penjajahan ini telah dibantah oleh GJ Resink, seorang ahli hukum Belanda yg mengatakan bahwa tidak terlalu tepat menyebut penjajahan tersebut selama 350 tahun," tambah Yerry.

Sementara itu, secara terpisah, sejarawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Rojil Nugroho Bayu Aji mengatakan, hal itu bertujuan untuk menguatkan bangsa.

"Ada warisan sejarah untuk menguatkan pembentukan nasion. Warisan itu bisa kejayaan bisa juga kepedihan. Kepedihan bisa jadi lebih ampuh menguatkan perasaan senasib sepenanggungan untuk bersatu," ujar Rojil.

Penamaan "Indonesia" Lalu, dari mana munculnya nama "Indonesia"? Rojil mengatakan, awal munculnya nama "Indonesia" terlacak dari Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA) yang terbit di Singapura pada 1850 volume IV.

Di jurnal itu, seorang penulis, Windsor Earl memunculkan istilah "Indunesia" dan "Melayunesia" untuk menyebut kepulauan di Hindia.

Sementara itu, seorang editor asal Skotlandia, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago (Etnologi Kepulauan Hindia).

Pada awal tulisannya, Logan menyebutkan perlunya nama khas bagi kepulauan yang sekarang dikenal sebagai Indonesia. Alasannya, istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang.

"Logan kemudian memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia," ujar Rojil.

Selain itu, Ki Hajar Dewantara pada masa pergerakan juga menggunakan istilah Indonesische.

Adapun, Hatta dan Sjahrir yang berada di Belanda mengubah Indonesische Vereniging, organisasi perhimpunan pelajar dan mahasiswa Hindia di Belanda, menjadi Perhimpunan Indonesia.

Akhirnya, istilah "Indonesia" menyebar ke berbagai wilayah Nusantara. Sejak saat itulah istilah Indonesia digunakan sebagai penamaan negara ini. (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved