Berita Kota Kupang

KPU Umumkan DCS, Jubir Ahok Ini Jadi Caleg Dapil NTT 2

KPU Pusat telah mengumumkan Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS) di sejumlah daerah pemilihan di Indonesia, tak terkecuali di NTT.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Mantan Juru Bicara Ahok, Ansy Lema 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat telah mengumumkan Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS) di sejumlah daerah pemilihan di Indonesia, tak terkecuali di NTT.

Dari ratusan caleg terdata di DCS untuk daerah pemilihan NTT 2, ada putra daerah yang sosoknya sudah tak asing di kancah nasional yakni Yohanis Fransiskus Lema, SIP, M.Si.

Siapa sebenarnya Yohanis Fransiskus Lema, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan di dapil NTT 2 yang meliputi 12 kabupaten/kota yang tersebar di Pulau Timor, Pulau Sumba, Pulau Rote dan Pulau Sabu.

Baca: Perum Jamkrindo Bedah Rumah Veteran dan Berdayakan Petani Mete

Yohanis Fransiskus Lema yang populer dengan sapaan Ansy Lema sebelumnya pernah menjadi Presenter TVRI Nasional dan sosoknya sangat tidak asing, apalagi bagi pemirsa peminat dialog-dialog politik.

Selain sebagai Pembaca Berita, Ansy sangat diandalkan sebagai Pemandu Talk-Show Politik di stasiun televisi milik negara tersebut. Bahkan, saat Debat Kandidat Calon Gubernur/Wakil Gubernur NTT tahun 2013 silam, Ansy tampil sebagai moderator kala itu.

Tak hanya itu saja, Yohanis Fransiskus Lema adalah Pengamat Politik nasional juga Konsultan Politik dan pernah dipercaya sebagai Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan Ahok dalam Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 lalu.

Pada momentum itu, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional Jakarta ini kerap tampil mengesankan dengan ide-ide cerdas-bernas saat menjelaskan rekam jejak (track-record) kinerja Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat memimpin Jakarta.

Hampir tiap hari, Ansy diundang berbagai stasiun TV nasional untuk berbicara mewakili Pasangan Calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Ansy Lema adalah satu-satunya Jubir Tim Ahok kala itu yang bukan berasal dari perwakilan Partai Politik (Parpol).

Selain karena kapasitasnya dalam bidang politik, Ansy dipercaya sebagai Jubir karena kedekatan personalnya dengan Ahok. Ansy telah berteman dengan Ahok jauh sebelum Gubernur fenomenal itu dikenal luas publik seperti saat ini, bahkan sebelum Ahok menjadi Wagub DKI Jakarta.

Minat Ansy dalam politik diwariskan ayahnya, Raymundus Lema, yang oleh insan politik di NTT dikenal sebagai Politisi senior berlatar belakang birokrat. Ayah Ansy pernah beberapa periode menjadi Anggota DPRD Provinsi NTT dan sebelumnya adalah Ketua KNPI NTT.

Darah politik Ansy mengalir dari ayahnya. Namun, kiprah politik Yohanis Fransiskus Lema dimulai sejak ia mengenyam pendidikan di Universitas Nasional, Jakarta, salah satu kampus paling progresif di era Orde Baru (Orba).

Ansy yang adalah Mantan Ketua Senat FISIP Universitas Nasional tahun 1997-1998 juga dikenal sebagai Tokoh Aktivis 98, sekaligus Pendiri Forum Kota (Forkot).

Ia segenerasi dengan Adian Napitupulu dan Masinton Pasaribu, dua aktivis 98 yang telah lebih dulu terjun ke politik praktis dengan menjadi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan. Kini, intelktual muda kelahiran kota Kupang ini mengikuti jejak kedua temannya sesama aktivis 98.

"Setelah berkuang lewat `parlemen jalanan' semasa mahasiswa, kini saatnya berjuang lewat Parlemen Senayan", ujar Ansy kepada POS- KUPANG.COM melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/8/2018).

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved