Polisi Tembak Warga Sumba Barat

Keluarga Datang ke Polres Sumba Barat Tanya Penanganan Kasus Penembakan Poro Duka

Keluarga korban Poro Duka, warga Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, melakukan aksi damai ke Polres Sumba Barat.

Keluarga Datang ke Polres Sumba Barat Tanya Penanganan Kasus Penembakan Poro Duka
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, S.ik menerima keluarga Poro Duka, yang mendatangi Polres Sumba Barat, Selasa (7/8/2018) sore. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Keluarga korban Poro Duka, warga Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Selasa (7/8/2018) sore, melakukan aksi damai ke Polres Sumba Barat.

Aksi damai tersebut bertujuan mempertanyakan sejauhmana perkembangan penanganan hukum atas kematian Poro Duka yang diduga terkena tembakan peluru aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya pengukuran tanah di pesisir Pantai Marosi di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Sumba Barat tanggal 25 April 2018.

Kedatangan keluarga korban Poro Duka diterima langsung Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, S.Ik.

Baca: Sembunyikan Sabu di Dalam Popok, Wanita Asal Vietnam Ini Ditangkap

Dihadapan Kapolres Michael Irwan Thamsil, koodinator aksi damai, Dedi F Holo, mengatakan, maksud kedatangan keluarga korban untuk menanyakan sejauhmana penanganan terhadap kasus kematian korban Poro Duka.

Sudah 100 hari meninggalnya Poro Duka namun sampai saat ini, proses hukum atas kematiannya tidak jelas alias kabur. Keluarga berharap para pihak yang diduga terlibat hingga meninggalnya Poro Duka harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

Tetapi faktanya sampai saat ini, keluarga tidak mendapakan kabar, kalau para pelaku termasuk pelaku penembakan korban Poro Duka telah diproses hukum.

Keluarga berharap proses hukum terhadap para pelaku harus ditegakan demi memberi rasa keadilan bagi keluarga korbam.

Terhadal hal itu Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, S.ik, menjelaskan, sebelum menjalankan tugas di Polres Sumba Barat, kasus Marosi telah dilimpahkan ke Polda NTT sehingga kewenangan penanganan sepenuhnya wewenang Polda NTT.

Tugas Polres Sumba Barat hanya sebatas melakukan pemulihan dan mendatangi masyarakat menanyakan apa keinginannya.

Karena itu, Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, S.ik meminta masyarakat bersabar menunggu proses hukum yang dilakukan Polda NTT.

Dan sekitar pukul 17.00 wita, keluarga Poro Duka meninggalkan Polres Sumba Barat. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved