Berita Kabupaten Kupang

Sekda Ingatkan Jangan Malu Konsumsi Pangan Lokal

Sekda Joni menyampaikan apresiasi terhadap program dari Dinas Ketahanan Pangan untuk memberikan pelatihan soal pangan lokal ke kaum ibu

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/EDY HAYON
Sekda Kupang, Joni Nomseo bersama peserta pelatihan bergambar bersama di Desa Noelbaki, Rabu (18/7/2018) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS- KUPANG.COM I NOELBAKI--Pelaksana Tugas Sekda Kabupaten Kupang, Joni Nomseo mengingatkan warga Kabupaten Kupang untuk tidak malu mengkonsumsi pangan lokal. Nilai gizi pangan lokal tidak jauh berbeda dengan beras sehingga diharapkan warga bisa memasyarakatkan kebiasaan konsumsi pangan lokal baik di rumah maupun dimana saja.

Sekda Joni Nomseo menyampaikan hal ini ketika membuka kegiatan pelatihan pangan lokal dalam upaya penganekaragaman konsumsi pangan lokal  tingkat Kecamatan Kupang Tengah di Desa Noelbaki, Rabu (18/7/2018).

Hadir saat ini, Kadis Ketahanan Pangan, Paulinus Ati, Kabid Konsumsi, Nikolaus Gowin, Kades Noelbaki, Melkisedek Keubana, Camat Kupang Tengah, Ridolf Talaan, nara sumber Wiwiek Yuniarti Costa, M.Si.

Sekda Joni menyampaikan apresiasi terhadap program dari Dinas Ketahanan Pangan untuk memberikan pelatihan soal pangan lokal ke kaum ibu. Dirinya berharap hal seperti ini tetap berkelanjutan ke semua kecamatan.

"Pangan lokal bukan makanan baru buat kita. Sejak dahulu sudah ada cuma cara buat dan kemasnya beda. Makanya dengan adanya pelatihan ini pangan lokal yang sudah kita konsumsi sejak dahulu itu diberikan sentuhan teknologi agar lebih higienis dan punya nilai jual jika dikembangkan," katanya.

Joni meminta kaum ibu yang mengikuti pelatihan inj setelah kembali bisa tularkan ilmu dari nara sumber untuk kaum ibu yang lain. Mulailah dari sekarang untuk mencintai pangan lokal karena nilai gizinya tinggi. Jangan pernah merasa malu atau rendah diri ketika mengkonsumsi pangan lokal

Selama ini, kata Joni, orang menilai warga kurang pangan tetapi sebenarnya tidak karena pangan lokal sangat banyak dan belum dioptimalkan.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved