Berita Sumba Timur

Lopi Wita Jual Kacang Tanah Sampai Dini hari, Ini Kisahnya

Lopi Wita tetap berjualan hingga hampir setiap malam dan pulangnya selalu Subuh dini hari setiap malam

Lopi Wita Jual Kacang Tanah Sampai Dini hari, Ini Kisahnya
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Lopi Wita terlihat memakai lampuh pelita untuk menerangi tempat jualanya.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Meskipun hanya bermodalkan lampuh pelita untuk menerangi tempat jualan kacang tanah, Lopi Wita tetap berjualan hingga hampir setiap malam dan pulangnya selalu Subuh dini hari setiap malam.

Lopi Wita warga Desa Tana Tuku Kecamatan Nggoa ketika ditemui POS-KUPANG.COM di tempat jualnya, Minggu (15/7/2018) tengah malam, mengaku hasil meskipun jualanya dari kacang tanah tersebut mujur baru bisa memperoleh 100 ribu rupiah, namun demi menyambung hidup bersama keluarganya nenek berusia sekitar 60 tahun lebih ini terpaksa tidak tidur malam.

"Sudah lama kita jual ini, saya jual mulai sore hari sampai jam 1 bahakan sampai jam 3 pagi setiap malam baru saya pulang. Kita cari hidup begini sudah, gelap juga kita sudah terbiasa apalagi lampuh pelita in saat angin kecang tiup berarti padam"ungkap Wita.

Pedagan kacang tanah lainya, Elisabeth Lawu Nika kepada POS-KUPANG juga mengatakan, dia menjual pada malam hari sejak sore hari sampai pagi subu pada setiap malam.

Nika mengatakan, kini sudah baik lampuh pelita dan juga sebagian dibantu oleh sinar lampuh jalan, kalau sebelumnya benar-benar gelap gulita dan hanya mengharapkan lampuh pelita.

"kita untung sedikit saja, tapi kita harus kerha keras umbu, kalau tidak kerja kita mau makan apa,"ungkap Nika. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved