Jurnalisme Warga
Drivers for Change: Catatan Inspiratif Anak Muda Mollo dari Inggris (6-Habis)
Seperti kata Jude Kelly sejak awal di Liverpool, sebelum menolong orang lain pastikan dirimu sudah tidak punya masalah. Wellbeing penting
***
Di Bristol kami bertemu beberapa tokoh yang mengajak kami untuk memikirkan soal investasi dan proses mencari funding/donor. Penting untuk mempelajari dan menghubungkan benang merah antara apa yang kamu butuhkan dengan apa yang diinginkan lembaga donor.
Di posisi ini, nilai, misi, visi, brand dan komunikasi dari keseluruhan proyek SE kita harus diperhatikan. Karena semua itu yang mendorong orang lain yakin dan mau mendukung kita.
Rencana bisnis juga menjadi tidak kalah penting. Aset dan properti bisa menjadi acuan dari gerakan awal kita. Di Bristol, pemerintah kota sangat membantu komunitas SE dalam mengurus aset dan properti mereka demi keamanan dan kelancaran bisnis ke depan.
Misalnya ketika kita ingin mengajukan peminjaman ke bank, maka rencana bisnis dan aset jadi penting untuk diperhatikan. Jaringan dan relasi yang luas juga menjadi modal penting bagi sebuah komunitas atau proyek SE dalam mencari dukungan finansial atau modal awal.
Di Bristol saya mengerti, bahwa ketika sebuah SE sudah menjalankan prinsip dan rodanya secara sehat, dan ketika ia masuk dan berjejaring dalam ekosistem yang lebih luas, termasuk dengan pemerintah dan lembaga donor maka dengan sendirinya semua SE yang terkait akan memberikan dampak dan iklim yang positif satu sama lain.
Apa yang disebut Ollie, sang narasumber sebagai investasi yang nyata meski tidak kelihatan. Lingkungan yang sehat perlu dibangun. Ujung-ujungnya kita bisa melihat bahwa keberlanjutan terjadi karena adanya saling mendukung dan berada di lingkungan yang sehat tadi.
***
Ini hari yang paling emosional menurut saya. Perjalanan 11 hari ke 8 kota seperti sebuah perjalanan spiritual yang aneh tapi menggembirakan. Kami bahkan memulai dengan sesi yang sangat santai ini dengan minum banyak kopi dan jus jeruk sembari mengobrol dan mempersiapkan acara spesial ‘Showcase: Provoke’.
Tema provoke dipilih dan menjadi semacam acara inisiatif dadakan yang menampilkan kesenian dari seluruh peserta.
Kami yang berasal dari 5 negara yang dikirim British Council sepakat untuk membuat acara khusus, sebuah kolaborasi tari dari Indonesia, Brasil, Afsel, Mesir dan Pakistan. Seru juga melihat tari ‘Tsamina-Wakawaka’ dari Afsel menyatu dengan capoera plus semacam dansa tombak ala Brasil dengan Gemu Famire baru atau goyang ala Pakistan dan Mesir.
Kami melakukannya dengan sangat baik. Provoke ditutup dengan penampilan DJ Ben, peserta DfC asal Skotlandia.
Sebelum menari dan dansa-dansi, kami melewati salah satu sesi bersama Red Bull tentang bagaimana mempersiapkan diri menghadapi pitching dan presentasi idea tau proyek SE kita ke depan publik.
Bagaimana narasi itu menjadi penting dan bisa menghipnotis banyak orang dengan pendekatan storytelling. Bagaimana semua film Pixar bisa selalu menarik meski sebenarnya teknik berceritanya sama semua.
Formulanya selalu sama: di sebuah tempat ada masalah, lalu datang seorang yang ingin mengatasi masalah itu, ada tantangan tapi dengan cara tertentu ia berhasil menyelesaikannya. Itu yang dipakai oleh teman-teman Red Bull sebagai pintu masuk dalam sesi ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dicky-ingris5_20180714_172743.jpg)