Rabu, 15 April 2026

Berita Kota Kupang

Kepala Puskesmas Nunkolo Aniaya Suami Pasien

Kepala Puskesmas Nunkolo, Alfian Kasse membantah dirinya melakukan penganiayaan terhadap Markus Missa.

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
ISTIMEWA
KONDISI WAJAH KORBAN PENGANIAYAAN MARKUS MISSA SAAT DIRAWAT DI PUSKESMAS OENLASI 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Kepala Puskesmas Nunkolo, Alfian Kasse diduga melakukan penganiayaan terhadap Markus Missa (32), warga Desa Saenam, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kasus penganiayaan ini terjadi saat Markus hendak membawa istrinya Antonia Nomlene (29) memeriksakan kandungan di Puskesmas Nunkolo, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Selain penganiayaan, Markus juga dikeroyok oleh tujuh orang staf puskesmas hingga babak belur dan tak sadarkan diri.

Ditemui wartawan di rumah kerabatanya di Maulafa, Kota Kupang, Selasa (11/7/2018) malam, Markus yang didampingi keluarganya mengisahkan, kejadian penganiayaan itu bermula pada saat ia dan istrinya datang ke puskesmas guna memeriksakan kesehatan kandungan istrinya yang sudah berusia lima bulan pada Jumat (29/6/2018) silam.

Sesampainya di Puskesmas sekira pukul 09.00 Wita, para pegawai mengatakan kepadanya kalau loket puskesmas sudah tutup dan tidak bisa melayani pasien lagi.

"Sebelumnya kami datang pada tanggal 25 Juni sekitar jam 11 tetapi katanya (puskesmas) sudah tutup sehingga kami pulang dan kami datang lagi hari Jumat, 29 Juni," jelasnya.

Saat itu, katanya, ia sempat meminta kepada salah seorang petugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada istrinya karena tidak ada pasien lagi hari itu.

Kecewa tak mendapatkan pelayanan, keduanya pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Namun belum jauh meninggalkan lokasi puskesmas, seorang petugas lainnya memanggil Markus untuk kembali ke puskesmas karena Kepala Puskemas Nunkolo Alfian Kasse hendak bertemu dengannya.

Ketika hendak masuk ke dalam ruang kerja Kepala Puskesmas Nunkolo, Alfian langsung membentak Markus karena masuk ke dalam ruangan itu tanpa melepas sepatu.

"Karena sudah dibentak sekitar empat kali, saya langsung keluar untuk buka sepatu. Baru tunduk mau buang sepatu ke tanah, tiba tiba ada satu orang ibu yang tersinggung dan bilang kalau saya mau melemparnya dengan sepatu," tutur Markus.

Kala hendak menjelaskan maksudnya melepas sepatu, Markus pun langsung ditinju oleh Alfian di pelipis mata hingga pecah, dipukul di hidung dan mata sampai ia terjatuh ke tanah.

Melihat Markus sudah tak berdaya, sekira tujuh orang staf puskesmas langsung mengeroyok Markus hingga babak belur. Tak sampai di situ, Markus pun dipukul lagi oleh seorang anggota tentara sebanyak delapan kali.

"Istri saya yang mau melerai juga sempat terkena pukulan di lengan," jelasnya.

Para pengeroyok pun segera menelepon polisi yang bertugas di Pos Polisi Nunkolo. Selanjutnya dalam keadaan babak belur, Markus dibawa ke Polsek Amanatun Selatan. Polisi segera melakukan visum kepada korban di Puskemas Oenlasi.

Zet Missa, kerabat korban saat ditemui pos kupang di tempat yang sama, mengaku sangat kecewa dengan perbuatan Alfian.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved