Ini Lho Peluang Petani Malaka Jadi Penangkar Benih Jagung Program RPM
dukungan Inovasi Pertanian untuk Wilayah Perbatasan dari BPTP NTT sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan Program RPM yang digagas Bupati Malaka
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas
POS KUPANG.COM, BETUN---Petani jagung di Kabupaten Malaka suatu saat bisa menjadi penangkat benih jagung untuk memenuhi kebutuhan para petani. Kunci yang harus dipegang teguh adalah petani mengikuti semua pola pertanian modern yang diajarkan oleh ahli pertanian dari BPTP NTT.
Saat ini petani Malaka mendapatkan dukungan Inovasi Pertanian untuk Wilayah Perbatasan dari BPTP NTT sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan Program RPM yang digagas Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.
Ketua Tim Pakar RPM, Dr Herry Kota kepada wartawan, Kamis (5/7/2018) mengatakan, petani Malaka terus dibekali dengan pengetahuan teknologi pertanian agar suatu saat petani Malaka bisa menjadi penangkar benih jagung.
"Kalau petani terus dibekali dengan inovasi dan teknologi pertanian maka suatu saat mereka bisa jadi penangkar benih jagung," kata Herry.
?Menurut Herry, saat ini petani jagung di Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku terus dibekali dengan inovasi baru penanaman jagung oleh BPTP NTT. Mereka mengembangkan jagung varietas Lamuru berlabel putih di lahan seluas 10 hektare. Tanaman jagung sudah memasuki masa pembungaan dan pembentukan buah.
Menurut Herry, para petani yang menanam jagung lamuru label putih ini telah mendapat pelatihan dan bimbingan dari BPTP NTT sehingga mereka cukup memahami pola pertaniannya dan bisa menjadi petani penangkar jagung.
?PPL Desa Lorotolus, Kim Mundi mengatakan, dirinya tetap melakukan pendampingan kepada kelompok di Desa Lorotolus agar inovasi baru yang dikenalkan BPTP NTT itu dapat berhasil baik.
"Kita harapkan dengan inovasi yang ada ini, petani kita kedepannya bisa jadi petani penangkar jagung di Malaka," kata Kim. (*).