Minggu, 12 April 2026

GM  Kopdit  Obor  Mas Maumere   Disurvey  Utusan Kantor  Kepresidenan RI

hasil survey dan verikasi data akan dinilai oleh dewan kehormatan tanda jasa dan kehormatan. Apakah calon penerima

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
pos kupang,com, eginius moa
Utusan  Kementrian  Sekretariat Negara  RI (dikalungi  kain  tenun  ikat)  melakukan diskusi dengan  pengurus  dan manajemen Kopdit Obor Mas Maumere,  dalam survey pemberian  Tanda Kehormatan  Satya Lencana Wirakarya dari Presiden  RI, kepada  GM  Kopdit Obor Mas, Kamis malam (28/6/2018) di Maumere, Pulau  Flores.   

Laporan  wartawan  Pos-Kupang.com, Eginus Mo’a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---General  Manajer (GM) Koperasi  Kredit  (Kopdit) Obor Mas Maumere  di  Pulau  Flores,  Frediyanto  Moat Lering, menjadi satu-satunya  pelaku usaha  asal Propinsi Nusa  Tenggara  Timur  (NTT) disurvei  tim Kantor  Kepresiden  RI.   Survei  itu  untuk  pemberian tanda penghargaan  dari Presiden RI, Joko  Widodo.

“Kami  lakukan survey  GM   Obor Mas atas usulan Mentri Koperasi  dan UKM RI untuk menerima   Tanda   Kehormatan Satya Lencana  Wirakarya,” kata Kepala  Bagian  Biro  Gelar, Tanda  Jasa dan  Tanda Kehormatan  Sekretariat Negara, Kementrain  Sekretariat Negara  RI, Dwi  Daryanto, kepada  POS-KUPANG.COM, Jumat   (29/6/2018).

Ia  menjelaskan, hasil  survey dan  verikasi  data   akan dinilai   oleh  dewan  kehormatan tanda  jasa dan kehormatan. Apakah  calon  penerima   ini layak atau tidak menerimanya.

“Jika tidak ada  halangan, tanda  kehormatan akan diserahkan  oleh  Bapak Presiden  RI,  Joko  Widodo  tanggal  12 Juli  2018  di Istana Bogor  Jawa Barat,” kata  Dwi.

Menurut Dwi, GM   Obor Mas  dinominasikan menerima  penghargaan  atas prestasinya  mengelola  Kopdit Obor  Mas   membantu usaha  ekonomi masyarakat.  Nama  koperasi ini dikenal  di Kementrian  Koperasi  dan UKM RI

Kopdit Obor Mas, diakui Dwi, berbeda dengan kebanyakan koperasi  di Indonesia. Memilik  fasilitas  Anjungan  Tunai  Mandiri  (ATM), jaringan  server  data  anggota  tersambung  dengan  Bank  Indonesia dan Otoritas  Jasa Keuangan (OJK)  RI,  penyalur  Kredit Usaha  Rakyata (KUR) dan  menjalani audit keuangan secara  rutin  setiap  tahun.

“Nama  koperasi ini sampai di  Kementrian Koperasi  dan UKM RI,   ini menandakan koperasi ini  bagus,” ujar Dwi.  (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved