Pilkada Sikka

Terpidana Seumur Hidup Sesalkan Puluhan Napi Tidak Bisa Gunakan Hak Suara

ia menyayangkan masih ada 80-an temannya sesama penghuni Rutan dari 150-an orang tidak bisa menjalankan hak politiknya.

Terpidana  Seumur  Hidup Sesalkan  Puluhan Napi  Tidak Bisa  Gunakan Hak  Suara
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A
Terpidana hukuman seumur hidup, Herman Jumat Masan memberikan suara pada pemungutan suara Pemilukada Sikka dan Pilgub NTT, Rabu (27/6/2018) di Rutan Maumere, Pulau Flores. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE-- Terpidana seumur  hidup, Herman Jumat Masan  mengaku senang terlihat  dalam pesta demokrasi  pemilihan  calon  Bupati  dan  Wakil Bupati  Sikka serta Gubernur dan  Wakil Gubernur NTT, Rabu  (27/6/2018).

Herman  menjalankan  hak  politiknya  di   TPS  4  Rutan Maumere, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan  Alok Timur,  bersama 73   terpidana  lainnya. 

Namun  ia menyayangkan  masih  ada  80-an  temannya sesama penghuni  Rutan dari  150-an  orang tidak  bisa menjalankan hak  politiknya.

“Saya senang dan bangga  karena negara masih memperlakukan  kami  kami memilih   pemimpin.  Namun  sebelum proses ini (pemilihan), karena  alasan  administrasi, banyak  teman saya  tidak  bisa menjalankan  hak pilihnya. Keluar masuk (tahanan), kami juga tidak rencanakan,” kata  Herman  Jumat Masan, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu  (27/6/2018) usai memberikan suara.

Herman,  tanpak sehat dan  cerah  ceria  memberikan suara.  Wajahnya  berseri, kumis  dan  janggut dicukur  bersih.

Herman menjalani  hukuman seumur  hidup setelah  Mahkamah Agung  (MA)  RI mengabulkan permohonan peninjauan  kembali (PK)  menurunkan  hukumannya   dari  hukuman  mati menjadi  seumur  hidup  dalam kasus  pembunuhan Mery Grace bersama dua  bayinya beberapa  tahun  silam  di  Kecamatan Lela. (*)

 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved