Pilgub NTT 2018

Ini Alasan KPK Larang Marianus Sae dan 8 Calon KD Tidak Coblos

Ini alasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang Marianus Sae dan 8 calon Kepala Daerah (KD) tidak coblos.

Ini Alasan KPK Larang Marianus Sae dan 8 Calon KD Tidak Coblos
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Bupati Ngada Marianus Sae (tengah) yang menggunakan rompi tahanan, berjalan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (12/2). KPK resmi menahan Bupati Ngada yang juga bakal calon Gubernur NTT Marianus Sae yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Minggu (11/2) dalam kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA -  Ini alasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang Marianus Sae dan 8 calon Kepala Daerah (KD) tidak coblos.

Sembilan Kepala Daerah tak dapat restu KPK untuk ikut coblos dalam Pilgub dan Pilkada di beberapa tempat.

Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan tidak akan memberi izin kepada calon kepala daerah yang kini berstatus tersangka dan ditahan untuk mengikuti pencoblosan.

Baca: Kasihan, 9 Kepala Daerah Tak Dapat Restu KPK Untuk Coblos, Siapa Mereka?

Baca: Tumit Kakimu Pecah-Pecah, Begini Cara Mengatasinya, Ladies, Gampang Loh

Juru Bicara KPK Febri Diansyah, menegaskan hal ini, sebagai komitmen yang disampaikan lembaganya sejak awal.

Pada Rabu besok, (27/6/2018) Pilkada Serentak akan dilaksanakan secara serentak di 171 daerah pemilihan. Meliputi 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten.

"Sejauh ini belum ada preseden sama sekali (tersangka dan terdakwa) keluar tahanan untuk kepentingan itu (coblosan)," kata Febri, Senin (25/6/2018).

Menurutnya, KPK tidak akan mencampuradukkan urusan pilkada dengan proses hukum. Artinya, pemberantasan korupsi di KPK tetap berjalan seperti biasa tanpa terpengaruh urusan politik.

Setidaknya saat ini ada sembilan tersangka dan terdakwa yang berstatus tahanan KPK.

Para calon kepala daerah yang dilarang coblos yakni :

1. Calon Bupati Jombang Nyono Suharli,

Halaman
12
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved