Breaking News
Sabtu, 25 April 2026

Diiklankan Via Website dan Media Sosial, Beginilah Praktik Aborsi di Denpasar

Tak hanya obat penggugur kandungan (aborsi) yang diperdagangkan dengan bebas di masyarakat melalui internet.

Editor: Rosalina Woso
Live Action/YouTube
aborsi 

Klinik ini menyediakan jasa aborsi berdasarkan usia kehamilan. Untuk usia kehamilan 1-2 bulan, dipatok harga sebesar Rp 2 juta. Sedangkan untuk usia kehamilan 3-5 bulan biayanya sebesar Rp 2,5 juta.

Sementara untuk usia kehamilan 6-8 bulan dipatok harga sebesar Rp 3 juta. "Itu sudah semuanya," katanya.

Klinik ini mengaku memiliki dokter spesialis kandungan perempuan, dan pengguguran dilakukan di klinik dengan menggunakan alat-alat yang steril dan berstandar medis.

Namun saat Tribun Bali meminta waktu untuk berkonsultasi  terlebih dahulu sebelum melakukan aborsi, ia tidak bersedia. 

Hamil di Luar Nikah

Aborsi biasanya terkait dengan kasus kehamilan yang tidak diinginkan.

Mirisnya, di Bali kehamilan yang tidak diinginkan dan hamil di luar pernikahan ini banyak terjadi pada anak muda. Beberapa diantara mereka bahkan mengidap HIV/AIDS.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH-APIK) Bali, Ni Luh Putu Nilawati, pada Senin (25/6) kemarin.

"Kasus kekerasan dalam rumah tangga banyak kami tangani. Nah dari banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap perempuan, rata-rata penyebabnya adalah kehamilan yang tidak diinginkan. Itu sebanyak 10 sampai 12 kasus per tahun di tempat kami. Banyak itu terjadi pada muda-mudi," kata Nilawati.

Dari kasus-kasus kehamilan yang tidak diinginkan ini, paling banyak dialami oleh  mereka yang bekerja di bidang pariwisata seperti di hotel, dan panti pijat atau spa. Kebanyakan mereka juga berasal dari kalangan menengah-atas.

Sementara itu, guru besar psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud) Bali, Prof Dr Luh Ketut Suryani mengatakan, aborsi kehamilan akan berdampak negatif bagi pelaku dan orang yang ikut membantu menggugurkan kandungan.

Tak hanya berdampak bagi kesehatan, namun juga pada spiritual dan psikologi mereka. 

Menurut Suryani, melakukan aborsi adalah tindakan keji, karena telah membunuh anak kandungnya sendiri. 

Tindakan aborsi diyakini Prof Suryani akan berdampak besar pada psikologi seseorang, yang akan bisa berakibat fatal bahkan sampai gangguan jiwa. 

"Pengguguran adalah pembunuhan. Kalau dia merasa orang Bali yang taat beragama, pengguguran itu menyangkut karmapala. Roh anak yang digugurkan itu tidak akan diam, dia akan mengganggu baik si pelaku aborsi maupun keluarganya. Pasien saya banyak mengalami gangguan jiwa, karena dampak dari melakukan aborsi itu," kata Suryani kepada Tribun Bali, Senin (25/6). 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved