Pantai Kotajogo Jadi Obyek Wisata Pengelolaan Berbasis Masyarakat
Ketua Panitia, Imanuel Ndun, kepada Pos Kupang, menjelaskan, penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dilaksanakan selama satu
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Gordi Donofan
POS KUPANG.COM | MBAY -- Obyek wisata Pantai Kotajogo dicanangkan sebagai obyek pengelolaan berbasis masyarakat.
Segala bentuk dan pekerjaan pembangunan yang mendukung pengembangan tempat wisata tersebut dikelola oleh masyarakat Desa Anakoli.
Pantai Kotajogo merupakan satu diantara beberapa tempat wisata yang cukup terkenal di Kabupaten Nagekeo.
Pantai yang banyak menyimpan sejuta pesona ini tidak jauh dari pusat Kota Mbay. Hanya bisa ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit saja. Baik menggunakan sepeda motor maupun dengan mobil.
Bertepatan dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BB-GRM) ke 15, Tempat Wisata tersebut dicanangkan menjadi tempat wisata pengelolaan berbasis masyarakat.
Kegiatan BBGRM ke- 15 juga disatukan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke 46 yang dihadiri oleh Ketua Tim PKK Kabupaten Nagekeo, Ny. Ari Ondok selain itu juga dipaduhkan dengan kegiatan Hari Keluarga Nasional ke - 25 tingkat Kabupaten Nagekeo tahun 2018 bertempat dikawasan Pantai Kotajogo Desa Anakoli, Jumat (8/6/2018).
Kegiatan ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan oleh Pjs Bupati Nagekeo, Kosmas D. Lana yang disaksikan oleh Pimpinan DPRD Nagekeo, Pimpinan OPD dan ratusan warga Desa Anakoli.
Kesempatan itu juga dilakukan penanaman seribu anakan Mangrove.
Ketua Panitia, Imanuel Ndun, kepada Pos Kupang, menjelaskan, penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat dilaksanakan selama satu bulan penuh yaitu setiap bulan mei.
Itu merupakan upaya untuk meningkatkan partisipasi, rasa memiliki dan tanggungjawab masyarakat dalam pembangunan melalui keterlibatan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Tim Penggerak PKK, dimana salah satu tugasnya menggerakan partisipasi serta gotong royong masyarakat.
Imanuel menjelaskan, tujuan kegiatan adalah meningkatkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, gotong royong, dan keberdayaan masyarakat dalam pembangunan serta meningkatkan kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rasa kebersamaan dan keanekaragaman menuju pada penguatan integrasi sosial melalui kegiatan-kegiatan gotong royong.
Imanuel menjelaskan, kegiatan yang sudah dilaksanakan berupa pembangunan 2 unig bak penampungan air untuk wisatawan, pembersihan lokasi kawasan Pantai Kotajogo, penanaman 1000 anakan Mangrove, pematokan batas darat lingkar luar lokasi wisata pantai.
"Kami lakukan selama dua hari dan setelah pencanangan ini selanjutnya akan terus dilanjutkan oleh masyarakat, " papar Imanuel.
Pjs Bupati Nagekeo, Kosmas D. Lana, mengatakan, nilai luhur gotong-royong yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai sistem kehidupan budaya suatu bangsa yang perlu dilestarikan demi memperkuat integritas kehidupan sosial masyarakat di Desa.
"Gotong royong merupakan pernyataan kerja. Sehingga Kalau gotong royong hanya disebut berarti itu tidak ada nilainya. Tapi kalau dipraktekan maka itu baru ada nilai tambahnya, " papar Kosmas D. Lana. (*)
Baca: Lelaki Ajak Mahasiswa Kupang Buat Mesum Kirim Foto Kemaluan. OH, Ternyata Sudah Beristri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/mbay_20180608_190513.jpg)