Vox Deo, Suara Tuhan dalam Balutan Tenun Nagekeo

Nyanyian liturgis berkumandang merdu dalam bangunan gereja yang berbentuk ketupat dengan corak modern itu.

Vox Deo, Suara Tuhan dalam Balutan Tenun Nagekeo
POS KUPANG/RYAN NONG
Nyanyian liturgis berkumandang merdu dalam bangunan gereja yang berbentuk ketupat dengan corak modern itu.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Misa komuni suci pertama bagi 143 anak pada hari pesta hari raya Tubuh dan Darah Yesus berlangsung meriah dan semarak di Gereja Santa Maria Assumpta Kupang, Minggu (3/6/2018).

Nyanyian liturgis berkumandang merdu dalam bangunan gereja yang berbentuk ketupat dengan corak modern itu.

Sebanyak empat puluh anggota paduan suara tampak seragam di bagian panti koor. Seluruhnya mengenakan kain sarung tenunan motif Nagekeo yang dipadu dengan blus warna putih dan selendang bermotif senada.

Kain sarung hitam dengan motif bunga dan bintang warna kuning.

Adalah paduan suara Vox Deo, sebuah kelompok paduan suara yang beranggotakan orang tua dan pemuda-pemudi Nagekeo yang berada di Kota Kupang. Hampir sebagian besar dari mereka berdomisili di sekitar jalan Bajawa dan jalan Thamrin Kota Kupang.

Perpetua Kua (56), ketua paduan suara Vox Dei kepada Pos Kupang bercerita, padua suara yang dibentuk itu beranggotakan sekitar empat puluhan orang yang terdiri sari gabungan orang tua dan pemuda-pemudi yang berasal dari etnis Nagekeo yang berada di Kupang.

Dalam memilih dan mempersembahkan lagu, selalu mereka lakukan berdasarkan situasi dan kebutuhan acara. Mulai acara syukuran hingga acara duka atau requem.

Namun semua itu tetap berpatokan pada tata cara dan pedoman lagu lagu liturgis Gereja Katolik.

Guru SDI Oebobo 2 ini menuturkan, mereka mempersembahkan koor pada misa komuni suci pertama ini dengan pilihan lagu-lagu gembira dalam tema tubuh dan darah kristus.

Ini menjadi sebentuk dukungan bagi anak-anak yang menerima komuni. Harapannya agar anak-anak bisa menerima komuni pertama dengan hati yang baik dan bersih.

“Koor untuk misa komuni suci hari ini kami persembahkan buat anak-anak kita, semoga mereka bisa menerima tubuh dan darah Kristus dalam rupa komuni dengan hati yang baik dan bersih,” ungkap perempuan berkacamata ini.

Adagium latin “Qui bene cantat bis orat” kiranya menjadi penanda, siapa yang bernyanyi baik, ia melantunkan doa dua kali. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved