Sepak Bola Irak Diakui Internasional di Masa Saddam Husein, Mantan Pemain Ungkap Fakta Mengerikan

Mantan pemain sepak bola Irak mengungkapkan tentang apa yang mereka alami dan apa yang telah terjadi sejak hari-hari mereka di lapangan untuk Irak.

Editor: Fredrikus Royanto Bau
ISTIMEWA
Kapten timnas Irak, Younis Mahmoud, mengangkat trofi juara Piala AFC 2007 usai menaklukkan perlawanan Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 29 Juli 2007. 

Penyiksaan tidak berhenti di situ, dan Haydar dikurung di penjara dan dicambuk setiap hari. 

Uday ingin mencontohkan para atlitnya dan menakut-nakuti massa dengan perlakuannya terhadap tokoh-tokoh publik, bayangkan apa yang akan dilakukannya pada orang biasa yang bahkan seorang pahlawan olahraga sekalipun diperlakukan dengan brutal.

Baca: Pendukung Ribut dan Desak Masuk Stadion, Polisi Batalkan Pertandingan Persija vs Persebaya

Para pemain Irak sudah terbiasa dengan praktik Uday, dan berharap mereka menghabiskan waktu dipenjara daripada menjadi pemain bola.

Seorang Mantan pemain bernama Ahmed Redi juga mengatakan "Kami selalu bercanda tentang memiliki tiga rumah, pertama rumah kami sendiri, stadion, dan terakhir penjara."

Jika Uday tidak senang, pemain akan menemukan diri mereka di penjara selama berhari-hari atau berminggu-minggu pada suatu waktu. (Afif Khoirul Muttaqin)

Artikel ini telah tayang di Bolasport.com dengan judul, Fakta Kehidupan Kejam Sepak Bola Iran di Tangan 'Diktator' Sadam Husein : Menang Atau Disiksa Hingga Menang

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved