Mantan Kepsek SMPN Inepare Ende Dituntut Empat Tahun Penjara

Pengadilan Tipikor Kupang kembali menggelar sidang kasus korupsi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN Inepare di Desa Nida, Ende.

Mantan Kepsek SMPN Inepare Ende Dituntut Empat Tahun Penjara
POS-KUPANG.COM/Tommy Mbenu Nulangi
Terdakwa ksus korupsi pembangunan unit sekolah baru SMPN Inepare Arnoldus Galu Ratu saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang kembali menggelar sidang kasus korupsi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMP N Inepare di Desa Nida, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende.

Sidang kali ini beragendakan pembacaan surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Ende di Pengadilan Tipikor Kupang pada, Selasa (22/5/2018).

Baca: Dampak Angin Kencang, Nelayan Semau dan Sulamu Tidak Melaut

Jaksa Nofrizal dalam membacakan tuntutan JPU menyatakan, terdakwa Arnoldus Galus Ratu, S.Pd terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan subsidair pasal 3 jo pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengab UU RI No. 20 Tahu 2001.

"Menyatakan pidana kepada terdakwa Arnolsus Galus Ratu, S.Pd, oleh karena itu dengan pidana penjara selama emoat tahun penjara dikurangi masa tahanan yang telah dijalani dan Menghukum terdakwa untuk membayar denda Rp. 50 juta subsider tiga bulan kurungan," kata Nofrizal.

Selain itu, tegas Nofrizal, JPU memutuskan menghukum terdakwa untuk membayar uang penganti kerugian keuangan negara sebesar Rp. 242.863.744 dengan ketentuan dalam jangka waktu satu tahun setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap uang penganti kerugian keuangan negara tersebut tidak dibayarkan, maka harta benda terdakwa dirampas untuk negara.

"Setelah harta benda terdakwa dirampas dan dilelang ternyata hasilnya tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti kerugian negara maka diganri dengan pidana selama satu tahun," ucap Nofrizal.

Berdasarkan pantauan POS-KUPANG.COM, terdakwa Arnoldus Galus Ratu didampingi kuasa hukumnya Simon Seto, S.H dan Yohanes Stefanus Nando, S.H,. M.H. Selain itu, jalannya sidang dipimpin oleh hakim Ketua Muhamad Soleh, hakim anggota yakni Gustaf Marpaung dan Ali Muktoro. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved