Gadis Cantik Tuna Rungu Asal Manggarai Ini ternyata Punya Banyak Prestasi di Tingkat Nasional

Maria Floriyani Asa, akrab disapa Yani, seorang gadis tuna rungu berparas cantik telah membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalanginya

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Yani, di sela-sela kesibukannya menjadi instruktur desain grafis di SLB Karya Murni Ruteng. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM|KUPANG-- Maria Floriyani Asa, akrab disapa Yani, seorang gadis tuna rungu berparas cantik telah membuktikan bahwa keterbatasan tidak menghalanginya meraih cita-cita dan prestasi. Jumad, (18/05/18)

Kepada Pos Kupang Kamis, (17/05/18) via WA Yani melukiskan kisahnya. Ketika mulai sadar bahwa ia berbeda dengan teman-teman sepermainannya, Yani perlahan minder bergaul dengan teman-temannya.

Oleh kedua orang tuanya, Valentinus Asa dan Avelina Surya Sanul, Yani didaftar di sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Ruteng, Manggarai, milik para suster-suster St. Yosep.

Di sekolah ini Yani tumbuh dan belajar bersama siswa-siswi tuna rungu. Mereka tinggal di asrama sekolah.

"Saya benar-benar merasa berutung berada di sini para suster dan teman-teman sangat menyayangi dan mengasihi saya," tulisnya.

Baca: Curahan Hati Ray Sau Fernandez Jadi Ketua DPW Nasdem NTT

Baca: Peringatan Dini BMKG soal Angin Kencang di Wilayah NTT

Oleh para guru, Yani dinilai cerdas dan kreatif. Saat kelas V SD, Yani diutus mengikuti lomba SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia).

Di tingkat provinsi meraih juara 1 dan di tingkat nasional ia meraih juara harapan 3.

Mampu meraih prestasi, semangat Yani kian terpacu. Saat SMP kelas 2 Yani mengikuti lomba mengarang di tingkat nasional, meraih juara harapan 3.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2012 dan 2013 saat ia duduk di bangku SMA, Yani dua kali meraih juara 1 lomba desain grafis tingkat nasional yang di adakan di Makasar dan Mataram.

Tamat dari SMA SLB Karya Murni Ruteng pada tahun 2013, Yani dipercayakan oleh sekolahnya untuk menjadi pegawai tata usaha, pembina asrama dan instruktur desain grafis sampai dengan saat ini.

Baca: ‬9 Ketua Gendang Hadiri Peletakan Batu Pembangunan Serba Guna Gereja Kumba

Ia sama sekali tidak menyangka bisa sukses baik dalam pendidikan maupun karier. Bahkan kini ia sudah bisa membantu perekonomian keluarganya terutama membiayai adik-adiknya yang masih bersekolah.

"Kadang saya merasa tidak percaya saya bisa seperti sekarang ini. Mungkin inilah rencana indah Tuhan dalam hidup saya," tulisnya.

Yani sangat bangga memiliki teman-teman, guru dan suster pembina yang telah berjasa membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih baik dan terutama membantunya menemukan kelebihan yang ada dalam dirinya.

"Lewat mereka Tuhan telah menunjukan kepada saya bahwa saya punya sesuatu yang berharga yang bisa saya bagikan kepada orang lain," tulisnya.

Berbekal pengalaman inilah Yani tergerak, dengan hati dan niat yang tulus, memotovasi adik-adik kelasnya untuk terus berjuang meraih cita-cita dan prestasi.(*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved