Polisi Dalami Motif Ancaman Bom di Korem Wira Sakti Kupang

Kapolres Kupang Kota menanggapi ancaman bom di Korem 161 Wira Sakti Kupang yang beredar di medsos

Polisi Dalami Motif Ancaman Bom di Korem Wira Sakti Kupang
POS-KUPANG.COM/Ryan Nong
Teror bom

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ancaman bom di Korem 161 Wira Sakti Kupang yang beredar di salah satu group media social (facebook) Kupang pada Senin (14/5/2018) pagi ditanggapi serius oleh Kepolisian Resort Kupang Kota.

Ancaman bom yang ditulis dan diunggah oleh akun Ricko Lumba di group facebook Vicktor Lerik (veky lerik) bebas bicara bicara bebas pada pukul 10.52 Wita itu berbunyi "Untuk NTT blom sampai saatnya. Kalian tnggu aja kami akan BOM langsung di KOREM".

Gambar printscreen ini beredar luas di group WhatsApp.

Kapolresta Kupang Kota, AKBP Anton CN kepada wartawan di ruang kerjanya menegaskan pihaknya berkoordinasi dengan unit Cyber Crime Polda NTT tengah mendalami motif postingan yang meresahkan itu.

AKBP Anton menegaskan, dalam situasi seperti sekarang (pasca terror yang terjadi), tidak ada tempat untuk bercanda seperti itu. Sehingga, hal ini tidak menjadi bola liar yang meresahkan masyarakat bayak.

"Emosi boleh, marah boleh, tetapi harus tetap santun di media social. Jangan sampai apa yang diposting atau dikomentari melukai perasaan orang lain atau institusi," tambahnya.

Orang nomor satu di Polresta Kupang Kota ini juga mengingatkan agar masyarakat jangan saling memprovokasi dan menimbulkan kemarahan pada yang lain. Pemilik akun yang meresahkan sedang didalami dan dipastikan akan ada sanksi hukum yang menanti.

AKBP Anton juga menyatakan saat ini pengamanan Kota Kupang ditingkatkan bersama dengan TNI. Di Mako Polresta Kupang Kota juga diberlakukan Sispama seperti mako polres se-Indonesia. Tingkat pengamanan ini berbeda dari hari-hari biasanya, dimana pemeriksaan lebih diperketat, ada penambahan personil serta persenjataan.

Ia berpesan agar apabila ada yang mencurigakan (orang atau situasi) maka masyarakat jangan mengambil tindakan sendiri. Masyarakat diharapkan selalu berkoordinasi dengan apparat keamanan.

"Jika ada yang mencurigakan, sebaiknya jangan mengambil tindakan sendiri. Laporkan dan koordinasikan dengan apparat," pesannya. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved