NTT Tuan Rumah Seminar Kanker Serviks
Khusus kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Ibarat fenomena gunung es. Sesungguhnya angkanya jauh di atas itu
Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Burin
KUPANG-POS KUPANG.COM -- Provinsi NTT akan menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional, yakni pertemuan para dokter/bidan seluruh Indonesia di Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, tanggal 5 sampai 7 Juli 2018.
Kegiatan ini digagas oleh Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) NTT, bersama Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI).
Baca: Waspada! Banyak Institusi Pendidikan di NTT yang Belum Terakreditasi
Baca: Wah, Akhirnya Pengacara Ungkap Penyebab Perceraian, Kelakuan Sule Bikin Lina Sebel
POGI merupakan organisasi yang menghimpun para obstetri dan ginekologi di Indonesia. Merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari dan menangani kesehatan wanita.
Sedangkan HOGI merupakan himpunan para dokter/bidan yang menangani khusus kanker pada wanita.
Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo itu akan membahas persoalan-persoalan yang menyangkut kanker serviks, kanker indung telur, proses melahirkan, pasca melahirkan dan hal-hal teknis lainnya.
Dari NTT, dokter Heru Tjahyono dan beberapa dokter lain akan menjadi pembicara pada kegiatan bergengsi ini. Sedangkan para pembicara datang dari dalam dan luar negeri.
Baca: Anda Perlu Tahu 6 Cara Memperbanyak Jumlah Sperma, Khusus Perjaka
Baca: Lagu Ini Bikin Pasien Sadarkan Diri, Sebelumnya 4 Bulan Tidak Sadar. Alami Disfungsi Otak
Ketua Panitia dr. Unedo Hende Markus Sihombing, ApOG,K dalam keterangan pers, Rabu (9/5/2018), mengatakan, seminar dan diskusi ini dilakukan karena kasus-kasus ini di NTT cukup tinggi.
Khusus kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia.
Dari pengalaman dokter Unedo di Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. Dr. WZ. Johannes, Kupang, dalam seminggu mereka menangani dua sampai tiga kasus kanker.
Ada kecenderungan penyakit ini meningkat dari waktu ke waktu. Ketika kasus-kasus meningkat ternyata RSU Prof. WZ. Johannes Kupang belum memiliki ruang dan alat kemoterapi.
Sedangkan data seputar kanker serviks di NTT kata Dokter Laurens David Paulus, tahun 2015 sebanyak 240 kasus, 2016 910 kasus dan tahun 2017 860 kasus. Dokter Laurens David Paulus mengatakan, sesungguhnya angka ini hanya muncul di permukaan saja.
Baca: Tidak Sekedar Bumbu Dapur, 5 Manfaat Garam yang Tak Terduga di Kehidupan Sehari-hari
Baca: Jenna Harus Bolak-balik Toilet 60 Kali dalam Sehari Gegara Mengidap Penyakit Ini
"Ibarat fenomena gunung es. Sesungguhnya angkanya jauh di atas itu. Kita belum menghitung dari kabupaten-kabupaten di NTT," kata dokter Laurens yang juga anggota panitia kegiatan ini.
Para peserta diperkirakan mencapai 300 orang merupakan utusan dari kabupaten/kota di NTT. Panitia kata Dokter Unedo mengharapkan keterlibatan peserta baik dokter umum, bidan, dokter spesialis obgyn dan dokter konsultasi onkogin.
Materinya, yakni skrening kanker serviks, KB, penanggulangan pendarahan pasca persalinan dan penanganan kanker ginekologi/kandungan terkini.
Baca: Inilah Sumber Pundi Pundi Keuangan Kerajaan Inggris, Tajirnya Melintir
Baca: lima Sifat Cewek Jepang yang Sangat Unik dan Banyak Dijumpai di Negara Sakura
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/panitia-kegiatan-ini-foto-bersama-usai-memberi-keterangan-pers_20180511_113956.jpg)