Senin, 4 Mei 2026

Pilgub NTT

Debat Terbuka Kedua, Para Paslon Dinilai Belum Eksplor Soal Korupsi. Ini Penjelasannya

Keempat calon tidak mengeksplor tema korupsi. Para calon, kata Ahmad, hanya berbicara tentang reformasi birokrasi.

Tayang:
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Para peserta nonton bareng melakukan foto bersama usai menonton debat terbuka kedua pilgub NTT, Selasa (8/5/2018) malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Para calon gubernur dan calon wakil gubernur NTT yang telah melaksanakan debat terbuka kedua di studio INewsTV Jakarta, Selasa (8/5/2018) malam.  Namun para paslon dinilai belum terlalu mengeksplor tema korupsi seperti yang ditentukan oleh KPU NTT.

Penilaian itu disampaikan oleh beberapa nara sumber dan para penonton yang hadir pada saat acara nonton bareng debat pilgub yang diselenggarakan oleh Bengkel Appek di kantornya, Selasa (8/5/2018).

Seorang narasumber Dr. Ahmad Atang, M.Si mengatakan, ia sangat menyayangkan keempat calon tidak mengeksplor tema korupsi. Para calon, kata Ahmad, hanya berbicara tentang reformasi birokrasi.

"Mereka bilang reformasi birokrasi dapat membasmi korupsi, tapi langkah konkretnya belum dieksplor. Mereka terlalu yakin dengan reformasi birokrasi, korupsi dapat dibasmi," kata Ahmad.

Salah seorang narasumber Ana Djukana, S.H juga mengatakan demikian. Menurutnya, hanya paslon nomor dua yang membahas satu bagian kecil terkait dengan langkah konkret dalam upaya memberantas korupsi yakni dengan menanamkan sikap jujur dan tidak mengambil hak orang lain.

Direktur Appek yang juga menjadi moderator dalam diskusi dan nonton bareng tersebut, Vinsensius Bureni, S.Sos mengatakan, debat pilkada sesion dua lebih baik jika dibandingkan dengan debat sebelumnya, meskipun dalam mengekslor tema, para paslon cenderung normatif.

"Hanya paslon nomor satu dan dua lebih dominan membahas tentang korupsi. Kalau paslon nomor tiga lebih nyata dalam membahas terkait dengan upaya penegakan hukum," kata Vinsen.

Nara sumber lainnya Bill Nope, S.H, M.H mengatakan, dalam perdebatan tersebut para paslon sepertinya membahas dua topik. Kedua topik itu, kata Bill, adalah reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi.

Salah seorang penonton Emanuel Erison Sera mengatakan, debat yang dilakukan oleh para paslon belum sesuai dengan harapannya karena para paslon belum menyinggung soal korupsi.

"Mereka (paslon) masih pada pembahasan soal reformasi birokrasi agar bersih dan jual beli jabatan," kata Erison yang masih berstatus sebagai mahasiswa ini.

Erison mengharapkan, untuk lebih meyakinkan masyarakat, para paslon harus lebih fokus pada tema yang ditentukan oleh KPU NTT sehingga tidak terkesan bias.

Wakil Direktur Appek Tarsianus mengatakan, semoga apa yang ditonton menjadi referensi bagi para pemilih dalam menentukan pilihannya.

"Semoga pada debat ketiga nanti kita semua dapat kembali di sini untuk nonton bareng lagi," kata Tarsianus. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved