Orang Muda Terjun Politik
Sepenggal ucapan Soekarno yang dilontarkan Menpora, Imam Nahrawi yang melakukan napak tilas pembacaan kembali
Oleh: Ino Nahak Berek, Pr
Tinggal di Paroki Naesleu-Kefamenanu
POS KUPANG.COM -- Sulit untuk dilupakan sosok inspiratif. Pribadi militan. Berjiwa heroik. Berwawasan luas. Tokoh nasional yang sangat berjasa bagi bangsa Indonesia, Soekarno.
Menghabiskan beberapa jam untuk mendalami autobiografinya, tidak pernah membosankan. Bisa saja karena kharisma ilahi yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Terlebih lagi ide-idenya yang brilian. Gaya orasinya menghentak bumi. Mengguncang rasa. Membangkitkan semangat.
Sepenggal ucapan Soekarno yang dilontarkan Menpora, Imam Nahrawi yang melakukan napak tilas pembacaan kembali Ikrar Sumpah Pemuda bersama para pemuda yang berada di 9 lokasi terpisah di dalam dan luar negeri, Jumat (27/10/2017) lalu, sangat sarat makna.
"Jangan mewarisi abu sumpah pemuda, tapi warisilah api sumpah pemuda. Kalau sekedar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir."
(Tribunkalteng.com). Ungkapan kaya arti. Ini bukan sekadar kata hampa.
Kita tentu masih ingat. Bergulirnya zaman renaisans (renaissance: pencerahan, kelahiran kembali). Gerakan budaya yang berkembang pada periode kira-kira dari abad ke-14 sampai abab ke-17, mulai di Italia pada abad pertengahan akhir dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa.
Terbukalah revolusi di banyak kegiatan politik dan kehidupan sosial. Di zaman ini pula muncul pola hidup seni dengan melahirkan para seniman terhebat dunia. Ada Leonardo da Vinci dan Michelangelo.
Justru perubahan hidup terjadi karena mengandalkan perubahan pola pikir menuju arah baru yang berdampak pembaharuan.
Pembaharuan bisa dimulai dalam diri orang muda. Kehadiran orang muda dalam pentas politik, bisa saja melahirkan beragam argumen untuk dibahas. Hingga detik ini isu politik hangat diperbincangkan.
Berjuang untuk menaruh simpati publik. Dengan fokus pada tujuan yang ingin diraih, langkah apa yang harus dilewati? Saatnya orang muda mengambil bagian dalam pentas politik. Ini langkah maju. Perubahan hidup bisa terjadi. Paradigma baru akan digapai bila dimulai dengan mengedepankan cara berpikir baru.
Segala persoalan dihadapi bukan pengalaman baru untuk dihindari. Banyak kasus hingga detik ini sulit untuk dikurangi apalagi dibasmi. Satu kenyataan kelam yang menghantui bangsa kita. Sungguh miris. Pergolakan politik kita masih disusupi dengan keserakahan dunia.
Mengutamakan kepentingan diri. Lupa akan tugas utama. Meredusir spirit sosialitas kepada individualitas. Gambaran sepintas yang memberi warna buram untuk para tokoh politik. Sosok panutan yang kini hilang dalam kejaran waktu.
Bermimpi Setinggi Langit
Mengikuti perkembangan berita terkini. Rasanya politik kepentingan mengalir begitu deras. Kecemasan datang tanpa diminta. Ketakutan pun hinggap dalam nubari. Sampai kapan kita bisa terlepas dari derita jaman ini. Kepada siapa beban dosa ini kita litanikan?
Generasi muda bisa melihat sampai kapan sandiwara bisu ini tuntas dipentas? Dalam benak kaum haus prestise, apa jawabanmu? Jawaban yang ditunggu akan memakan waktu lama. Ingin semuanya kembali pada jalur yang benar.