Begini Perasaan Janda Miskin 65 Tahun di Soe yang Rumahnya Direhabilitasi
Susana merupakan janda miskin yang hanya menggantungkan kehidupannya dari hasil kebun jagung
Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Dion Kota
POSKUPANG.COM, SOE - Susana Tefa (65) warga RT 18/ RW 08, Kelurahan Karang Sirih, Kecamatan Kota Soe hanya terdiam saat ditanyakan perasaannya mendapat bantuan rehab rumah dengan sistem gotong-royong yang dipelepori Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB).
Matanya terlihat berkaca-kaca. Sesaat, tak ada kata yang keluar dari mulut Susana. Ia hanya melempar senyumannya.
Susana menjadi salah satu penerima bantuan rehab rumah dari 7 rumah yang tahun ini direhab dengan sistem gotong royong oleh PKB. Dalam pelaksanaannya, PKB mengajak serta partisipasi dari warga sekitar yang rumahnya berdekatan dengan rumah penerima bantuan rehab rumah.
Partisipasi yang diberikan bisa dalam bentuk sumbangan bahan bangunan maupun tenaga untuk membantu pelaksanaan program rehab rumah. Hal ini dimaksudkan untuk menggelorakan kembali semangat gotong-royong di dalam kehidupan bermasyarakat.
Susana sendiri dipilih karena beberpa pertimbangan. Pertama, Susana merupakan janda miskin yang hanya menggantungkan kehidupannya dari hasil kebun jagung miliknya. Kedua, rumah Susana yang berbentuk rumah bulat, sudah tidak layak huni.
Ketiga, lima orang anak susana yang sudah dewasa, tidak mampu membangun rumah yang layak untuk Susana. Atas pertimbangan itulah, rumah Susana dipilih untuk direhab agar lebih layak dan lebih nyaman ditempati.
Susana menceritakan, rumah bulat tersebut dibangun sekitar 30 tahun yang lalu. Atap rumahnya terbuat dari daun alang-alang, dindingnya dari bilah bambu dan lantainya langsung beralaskan tanah.

Karena termakan usia, sebagian besar atap rumah tersebut sudah bocor. Akibatnya, jika hujan turun, sebagian besar isi rumah ikut digenangi air hujan.
Susana mengaku dirinya tak berdaya menghadapi keadaan tersebut. Apa lagi setelah ditinggal sang suami pada tahun 2015 lalu.
Penderitaan Susana bertambah ketika namanya sudah tidak masuk lagi dalam daftar penerima bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) sejak tahun 2017 lalu.
Hidupnya saat ini hanya mengandalkan hasil kebun miliknya. Dirinya juga tak bisa berharap banyak dari kelima anaknya. Pasalnya, kehidupan anak-anaknya juga masih dibelit oleh kemiskinan.
" Bapak sudah tidak ada. anak-anak ada yang pergi merantau, ada yang sudah tinggal dengan suami. Saya di sini hanya tinggal dengan anak bungsu saya. Itu pun dia belum ada kerja. Kami hanya mengandalkan hasil kebun untuk makan. Kalau untuk perbaiki rumah, rasanya kami tidak sanggup," ungkap Susana.
Ketua DPC PKB Kabupaten TTS, Relygius Usfunan yang ditemui pos kupang, Sabtu ( 5/5/2018) saat meninjau pengerjaan rehab rumah Susana mengaku, Susana merupakan warga miskin yang pantas mendapatkan bantuan rehab rumah.? Oleh sebab itu, dirinya mengajak serta para tetangga Susana untuk ikut berpartisipasi dalam melaksanakan rehab rumah itu. Hal tersebut dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat gotong-royong dalam kehidupan bermasyarakat.
" Kami dari PKB merasa senang karena para tetangga ibu Susana juga mau ikut membantu memperbaiki rumah itu. Mereka memberikan bantuan bahan bangunan dan ikut bekerja merehab rumah tersebut. Kebutuhan bahan bangunan apa yang masih kurang, itu tugas kami untuk melengkapi.
Yang terpenting harus ada partisipasi dari masyarakat, agar semangat gotong-royong bisa terus kita jaga" pungkas pria yang akrab disapa Egi ini.
Untuk diketahui, sebelumnya, rumah Susana merupakan rumah bulat yang berukuran 4 X 6 meter. Agar lebih layak dan nyaman, saat ini rumah Susana dibangun dengan bentuk lebih moderen dan menggunakan atap seng.
Dindingnya, direncanakan akan dibangun setengah tembok, dan setengahnya lagi dari bebak. Lantainya, akan dibuat lantai kasar agar lebih nyaman. Saat ini, pengerjaan atap dan rangka rumah Susana sudah selesai. Sisa pemasangan dinding dan lantai rumah. (*)
Baca: Frans Salem Maju DPD tapi Banyak Parpol Rayu Maju DPR RI