Puisi Siswa Ini Bikin Baper Orangtua, Guru dan Temannya, Seperti Apa Puisi Itu?
Puisi yang dibacakan oleh siswa ini bikin baper orangtua, guru dan temannya. Seperti Apa puisi itu?
Laporan Reporter POS KUPANG, Orys Goti Sina
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Puisi yang dibacakan oleh siswa ini bikin baper orangtua, guru dan temannya. Seperti Apa puisi itu?
Seonggok jagung di kamar dan seorang pemuda yang kurang sekolahan.
Itulah judul puisi yang dibawakan oleh Julian dan Dodi dalam acara pengumuman kelulusan di SMA N 8 Kupang, Kamis (03/05/18).
Baca: Tim Medis Berdiri di Gerbang Sekolah dan Bagi Ini Kepada Calon Lulusan Kelas III
Baca: Lulus UN Tanpa Corat-Coret di SMAS Katolik St John Paul Maumere
Baca: Keren! Hanya Mau Dengar Kelulusan Siswa SMAN 8 Kupang Kenakan Pakaian
Baca: WOW! Ini yang dipamerkan Siswa SMKN 2 Soe di Pameran
Orangtua, guru dan para siswa yang hadir dalam kesempatan itu tampak tenang dan hanyut mendengarkan puisi dan alunan instrumen milik peterpan, semua tentang kita.
Julian mengatakan puisi yang mereka bawakan merupakan hasil diskusi dirinya dengan Dodi dan permenungan yang dalam akan situasi pendidikan di NTT.
Menurutnya masih banyak anak-anak di NTT yang tak sekolah atau putus sekolah oleh karena alasan ekonomi.
"Situasi yang menyedihkan ini kami gambarkan dengan "seonggok jagung di kamar pemuda kurang sekolahan," ungkap Julian.
Senada dengan Julian, Dodi sangat perihatin dengan situasi pendidikan di NTT. "Gara-gara keadaan ekonomi yang buruk banyak anak-anak sibuk cari makan, tak bisa sekolah," ungkapnya.
Baca: Pelajar SMK Kusuma Atambua Bikin Rempeyek dari Daun Kelor, Gimana Rasanya
Baca: Heboh! Wajan Ini Bisa Tangkap Sinyal Internet, Ciptaan SMK Tiara Nusa Borong
Baca: Wow! Siswa SMKN 5 Waingapu Bikin Sepeda Motor
Menurut Dodi keadaan ekonomi yang buruk tidak hanya mengakibatkan banyak anak yang tak bisa sekolah atau putus sekolah.
Lebih dari itu, lanjut Dodi mengubah cara pandang masyarkat pada umumnya bahwa uang selalu lebih penting dari pada pendidikan.
Ia berharap pemerintah bisa secara lebih intens memantau pendidikan NTT terutama pendidikan bagi anak-anak yang tak mampu karena persoalan ekonomi.