Pemerintah, Ini Tuntutan Warga Terkait Jembatan Timbang di Labuan Bajo
Pemerintah, ini tuntutan warga terkait jembatan timbang di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus
POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Warga pengguna jalan di Labuan Bajo, meminta pemerintah agar jembatan timbang di daerah Nggorang Labuan Bajo segera difungsikan.
Keberadaan jembatan itu kata mereka memiliki kaitan langsung dengan kondisi jalan nasional trans Flores.
"Kalau jembatan timbang ini berfungsi, tentu kendaraan yang bisa melintas adalah yang tonase muatanya sesuai dengan kapasitas kekuatan jalan sehingga kondisi jalan terpelihara. Selama ini semua kendaraan dengan muatan seberapa banyakpun bebas melintas, sehingga ruas jalan rusak," kata pengguna jalan, Adrinus Darma kepada poskupang.com, Rabu (2/5/2018).
Baca: Dimanakah Beras Rastra Warga Kelurahan Kolhua dan Kayu Putih?
Baca: PLN, Dengarlah Kerinduan Warga Wologai 2 di Ende Ini
Baca: Seram, Perempuan Ini Membunuh dan Sembunyikan 32 Mayat di Gudang Anggur
Baca: Amelia Dyer Dihukum Mati, Digantung, Karena Membunuh Ratusan Bayi di TPA
Demikianpun yang disampaikan warga lainnya Yohana Intan.
"Aset ini dibangun menggunakan uang negara, lalu mubasir begini. Seharusnya ada langkah yang harus diambil pemerintah agar segera digunakan sesuai dengan tujuan awal," kata Yohana.
Informasi lain yang dihimpun POS-KUPANG.COM, jembatan timbang itu dibangun tahun 2005 silam.
Setelah dibangun, hanya sekitar tiga bulan berfungsi dan akhirnya mubasir hingga saat ini.
Pantauan POS-KUPANG.COM, ada lima unit bangunan di lokasi itu. Bangunan utamanya ada satu unit yang lebih tinggi dengan konstruksi bangunan dua air, tanpa dinding.
Bagian lantainya, sebagian lantai semen, sedangkan sebagiannya ditumbuhi rumput liar. Peralatan sebagai perangkat timbangnya tidak terlihat lagi.
Baca: Dilecehkan Sejak Kecil, Pria Ini Tumbuh Jadi Seorang Pembunuh Anak-Anak
Baca: Ngeri! Ingin Sempurnakan Ilmunya, Dukun Ini Membunuh 42 Gadis
Baca: Sadis! Perempuan Bangsawan Doyan Membunuh, 300 Perempuan Muda Jadi Korbannya
Baca: Sudah 10 Bulan 90 Masiswa STIKIP Sinar Pancasila Betun Belum Terima Ijasah
Empat bangunan lainnya berderet tepat di sisi bagian barat. Kelima bangunan itu dikelilingi pagar setengah tembok yang dipadukan dengan kawat berduri.
Terdapat dua pintu utama untuk masuk ke dalam banguan itu, sebelah selatan dan utara yang ditutupi pintu besi.
Di lokasi itu agak sepi karena jauh dari pemukiman serta berada di pinggir tikungan jalan utama trans Flores. (*)