Polisi Tembak Warga Sumba Barat

Kuasa Hukum Korban Sebut Ada Kebohongan Besar. Akan Lapor Komnas HAM hingga Presiden

Petrus Patiala menegaskan, pernyataan pihak kepolisian tidak menemukan proyektil peluru di tubuh korban Poro Duka, itu bohong total.

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Fredrikus Royanto Bau
ISTIMEWA
Inilah lokasi penembakan warga sumba barat di pantai marosi. Tampak dalam gambar, ada seorang anggota polisi mengacungkan pistolnya. 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Kuasa hukum keluarga korban penembakan, Petrus Patiala menegaskan, pernyataan pihak kepolisian tidak menemukan proyektil peluru, itu bohong total. 

Dirinya akan mereka ulang penyataan Luther Laku Nija, ayah dari Poro Duka yang menyaksikan langsung autopsi di RSUD Waikabubak.  

"Bohong total nanti saya rekam ulang pernyataan bapak korban yang melihat dan saksikan autopsi," kata Petrus dalam pesan WhatsApp kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (28/4/2018).

Petrus juga mengaku akan membawa kasus penembakan warga Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat ke Komnas HAM, bahkan Presiden Joko Widodo.

Baca: Tragedi Pantai Marosi Disebut sebagai Kejahatan, YLBHI Ragu Polda NTT Serius Lakukan Pengusutan

"Saya harus cari jalan ke Presiden," katanya.       

Kapolres Sumba Barat AKBP Gusti Maycandra Lesmana, dihubungi POS-KUPANG.COM ke telepon selulernya, Minggu (29/4/2018) dua kali tidak aktif dan sekali masuk bunyi NSP panggilan lalu dialihkan. 

Sementara pada laman Portal berita resmi Polres Sumba Barat, Tribaratanews, Sabtu (28/4/2018) menyebutkan,

Pada Jumat (27/04/2018) sekitar pukul 11.00 Wita telah dilaksanakan gelar autopsi terhadap jenazah Poro Duka  di RSUD Waikabubak.

Autopsi oleh pihak Biddokkes Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTT Kompol dr. Ni Luh Putu Eny Estuti, SpF dan Aiptu Pius Pala, Amd. Kep dengan didampingi pihak medis RSUD Waikabubak.

Baca: Kecam Polisi dan Pemerintah. Ini Sejumlah Tuntutan WALHI

Kapolres Sumba Barat, AKBP Gusti Maycandra Lesmana
Kapolres Sumba Barat, AKBP Gusti Maycandra Lesmana (ISTIMEWA)

Menurut tim medis, selama pelaksanaan autopsi yang disaksikan secara langsung oleh seluruh pihak yang hadir, bahwa tidak ditemukan proyektil di dalam tubuh korban.

Untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kematian Poro Duka, keluarga dan masyarakat diharap bersabar menunggu hasil dari tim ahli dan forensik.

Diharapkan dengan dikeluarkannya hasil autopsi oleh pihak yang kompeten di bidangnya ini dapat menjawab pertanyaan keluarga dan seluruh masyarakat.

Mengingat saat ini tengah ramai bahkan menjadi topik hangat di media sosial yang menyatakan bahwa Poro Duka tewas ditembak oleh anggota Polres Sumba Barat.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved