Kamis, 23 April 2026

Media Korea Utara sebut pertemuan antarKorea sebagai tonggak baru

Dalam pasal itu disinggung juga peranserta keduanya dalam Asian Games 2018 untuk menunjukan kearifan, bakat, dan kesetiakawanan.

Editor: Ferry Ndoen
(Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters)
President Korea Selatan, Moon Jae-in, dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, berjalan bersama dalam perjumpaan bersejarah sejak Perang Korea bermula pada 1953. Mereka berjalan dalam upacara penyambutan di Desa Panjumjom, di mana garis demarkasi militer 38 derajad Lintang Utara terletak, pada 27 April lalu. Kedua pemimpin di Semenanjung Korea itu saling menyeberangi garis perbatasan kedua negara itu. 

POS KUPANG.COM -  Kantor berita negara Korea Utara pada Sabtu melaporkan, pertemuan antar-Korea sehari sebelumnya menjadi tonggak baru dalam mewujudkan kemakmuran bersama serta menjadi titik balik bagi Semenanjung Korea.

Kantor berita pusat Korea Utara secara terpisah melansir pernyataan bersama pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Jumat setelah temu puncak kedua Korea itu untuk pertama kali dalam waktu lebih dari satu dasawarsa.

Kim dan Moon berjanji bekerja sama untuk pelucutan nuklir penuh di Semenanjung Korea dan menyepakati tujuan umum untuk semenanjung itu bebas nuklir.

Menurut laporan terbitan "The Korea Times", tiga pasal utama disepakati kedua pihak dalam pernyataan tersebut.

Pada pasal pertama, Utara dan Selatan berusaha membangun kesejahteraan bersama dan persatuan melalui peningkatan hubungan dan kerja sama.

Keduanya akan kembali melakukan dialog dan negosiasi tingkat tinggi pada bidang yang luas, termasuk mendirikan Kantor Hubungan Bersama untuk memperlancar pertukaran dan kerja sama.

Dalam pasal itu disinggung juga peranserta keduanya dalam Asian Games 2018 untuk menunjukan kearifan, bakat, dan kesetiakawanan.

Pasal kedua menekankan usaha kedua Korea menjaga ketenangan dan keamanan kawasan, termasuk menurunkan ketegangan militer agar terhindar dari perang di Semenanjung Korea.

Pada pasal terakhir, kedua Korea sepakat secara giat bekerja sama mendirikan pemerintahan mapan dan berdamai secara kuat di Semenanjung Korea.

Pada pasal itu disinggung juga upaya kedua negara mewujudkan Semenanjung Korea bebas nuklir melalui pengurangan atau pelucutan nuklir dengan dukungan dan kerja sama masyarakat dunia, demikian Reuters. (*)

Sumber:
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved