Ibu Bunuh Bayi di Matim

Anjing Bawa Bayi Hebohkan Warga Desa Arus, Manggarai Timur

Warga pun melaporkan ke Pospol Mano dan menunggu polisi datang guna melihat bayi yang sudah tak bernyawa tersebut.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Eflin Rote
TKP Pembunuhan Bayi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM - BORONG - Kasus buang bayi menghebohkan warga Desa Arus, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Jumat (27/4/2018) sore. 

Ada warga yang melihat seekor anjing menggigit bayi melintas di depan rumah.

Setelah melihat dari dekat ternyata di mulut anjing itu ada bayi. Kemudian warga memasukkan bayi tersebut ke dalam kardus biskuit dan meletakkan bayi tersebut di depan Kapela Helung di Desa Arus.

Warga pun melaporkan ke Pospol Mano dan menunggu polisi datang guna melihat bayi yang sudah tak bernyawa tersebut.

Laporan warga lalu disikapi Kapolsubsektor Mano, Aipda Hironinus Juntung bersama Anggota Bhabinkamtibmas Desa Bangka Pau, Brigpol Vinsensius Sahu dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat bayi tersebut. 

Polisi yang di lokasi menemukan bayi tersebut sudah meninggal dunia di depan Gedung Stasi Helung, Desa Arus, Kecamatan PocoranakaTimur.

Hasil pemeriksaan aparat Pospol Mano, bayi tersebut diletakan dalam sebuah kardus yang ditutupi selembar kain warna hijau. Setelah kain tersebut dibuka, terlihat mayat seorang bayi tanpa tangan dan kaki dan tanpa kelamin sehingga jenis kelamin korban tidak dapat di ketahui.

Berdasarkan keterangan Wihelmina Ivan, sekitar pukul 14.30 wita ketika sedang berada di luar rumah,  saksi melihat anjingnya melintas dan mulutnya terlihat menggigit sesuatu. Saat itu saksi langsung berteriak. Mendengar teriakan tersebut anjing miliknya langsung melepaskan apa yang ada di mulutnya.

Baca: Bayi yang Dibunuh dan Dibuang Sang Ibu Lahir Utuh dan Berjenis Kelamin Laki-laki

Baca: BREAKING NEWS. Usai Melahirkan, Ibu di Manggarai Timur ini Cekik dan Ikat Bayinya Hingga Meninggal

Baca: Kecelakaan Tunggal Mobil Telkom, Yasintus Alami Patah Kaki

Baca: Suster Laurensina Terharu dengan Puisi Mama

Wihelmina pun melihat mayat bayi tanpa tangan dan kaki serta di lehernya terlilit kain. Saksi pun berteriak dan beberapa saat kemudian datang beberapa warga diantaranya Anatasia Sidi, Lorensia Jebadu, Veronika Nina dan Martin Odin.

"Semua lalu melihat mayat bayi di depan rumah saksi Wihelmina, warga Arus. Selanjutnya Martin mencari dos dan meletakkan mayat bayi di dalam dos kemudian dibungkus menggnakan kemeja berwarna putih, kain sarung kotak kotak dan membawa mayat bayi tersebut ke depan gedung Kapela Helung," ujar Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasubag Humas Polres Manggarai, Daniel Djihu kepada Pos-Kupang.com melalui WA-nya, Sabtu (28/4/2018) pagi. (*)

Like Fanpage Pos-Kupang.com : 

Foto bayi yang diletakkan di depan Kapela Helung,Desa Arus,Kecamatan Poco Ranaka Timur,Matim

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved