Warga Suembak Desak Pemkab Sumba Timur Segera Lakukan Hal Ini

Warga Suembak mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur untuk segera melakukan hal ini.

Penulis: Robert Ropo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Kondisi badan jalan di samping barat Lapangan Suembak Waingpu, terlihat rusak dan berbecek. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Warga masyarakat pengguna jalan meminta kepada pemerintah Kabupaten Sumba Timur melalui OPD terkait untuk segera membangun drainase di jalan belakangan lapangan Suembak tersebut.

Permintaan itu disampaikan oleh warga M. Budi, Mama Jesy, Ernest dan sejumlah warga pengguna jalan lainya ketika ditemui POS-KUPANG.COM di ruas jalan itu, Jumat (27/4/2018).

Budi mengatakan, kondisi jalan tersebut juga bukan hanya kepentingan lalu lintas kendaraan pada setiap hari.

Baca: Bangga, Cluster binaan Cabai di Wewewa Jadi Centra Cabai Merah di NTT

Baca: Pasanganmu Mantan Peselingkuh, Cek Ini untuk Pastikan Dia Tak Mengulanginya

Baca: Kondisi Jalan di Waingapu ini Rusak dan Tak Ada Perhatian Pemerintah

Baca: Tembok Lapangan Suembak Matawai Ambruk, Begini Tanggapan Warga

Tetapi jalan itu juga menuju ke lokasi lapangan Suembek dimana lapangan tersebut selalu digunakan untuk secermonial pemerintahan, tentu pasti dilalui juga tamu-tamu.

Karena itu kondisi dimaksud perlu segera diperbaiki dan diikuti dengan membangun drainase untuk dilalui banjir sehingga tidak merusak jalan itu lagi.

Mama Jesy juga mengatakan, tembok lapangan yang jebol tersebut juga karena banjir sehingga perlu diperbaiki.

Baca: Pasanganmu Mantan Peselingkuh, Cek Ini untuk Pastikan Dia Tak Mengulanginya

Baca: Hebat! Dana Rp 50 Miliar untuk Jalur Lintas Utara Pulau Flores

Baca: Stop Posesif Terhadap Pasanganmu, Inilah Cara Sederhana Menghentikannya

Baca: Mau Kulitmu Bercahaya, Lakukan 4 Posisi Ini Saat Berintim dengan Pasangan, Ladies

Selain itu, Mama Jesy juga meminta agar tembok lapangan suembak itu juga segera dibangun kembali mengingat jika ada pergelaran acara pemerintah dalam lapangan suembak itu, bisa dipungut retribusi.

"Ia kalau dibiarkan terbuka kan orang sebebasnya masuk dan kalau ada pungutan retribusi untuk mendukung acara itu tentu tidak bisa",tambah Ernest. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved