Nah Loh! Nelayan di Pulau Lembata Sering dapat Muntahan Ikan Paus
Beberapa bulan lalu, ada nelayan di Kolipadan Pulau Lembata yang mendapat muntahan ikan paus itu.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Fredrikus Royanto Bau
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Frans Krowin
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Nelayan di Kabupaten Lembata sering mendapat berkah dari muntahan ikan paus. Salah satunya adalah warga Desa Kolipadan atau biasa disebut Tanjung Bahagia di Kecamatan Ile Ape.
“Kalau tidak salah, beberapa bulan lalu, ada nelayan di Kolipadan yang mendapat muntahan itu. Tapi apakah muntahan itu masih disimpan atau tidak, saya tidak tahu. Yang jelas saya sudah lihat muntahan itu.”
Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, Adi Bu, ketika ditemui Pos Kupang.Com, di Lewoleba, Rabu (18/4/2018) malam.
Baca: Pengiriman Sapi Keluar Daerah Alami Peningkatan, Ini Perkiraan Dinas Peternakan NTT
Baru-baru ini, lanjut dia, ia juga mendapat kabar kalau nelayan di Waiwuring, Adonara, mendapat muntahan ikan paus tersebut. Setelah kering, berat barang tersebut mencapai 11 kilogram.
Dia tak tahu pasti apakah nelayan di Lamalera sering mendapatkan barang tersebut atau tidak. Namun dari informasi yang diperoleh, nelayan di desa itu sudah sering mendapatkan muntahan itu.
Baca: Ketika TNI dan Tentara Timor Leste Patroli Patok Batas Wilayah secara Bersama, Begini Suasananya
Menurut Adi Bu, barang tersebut banyak manfaatnya. Selain untuk pembuatan parfum juga untuk aspek kesehatan lainnya. Harganya pun mahal. Dan, barang tersebut konon kabarnya dibeli oleh orang-orang berduit.
Menyangkut nama nelayan Desa Kolipadan itu, Adi Bu mengaku lupa. Namun nelayan tersebut merupakan keluarga dekat Sama, salah seorang warga Lewoleba yang berdomisili di Kampung Nyamuk, Kelurahan Lewoleba Tengah.
Baca: Sempat Mengira Pelampung, Marsel si Nelayan Sulamu Lantas Bawa Muntahan Paus ke Rumahnya
Informasi yang dihimpun Pos Kupang.Com, menyebutkan, pada Minggu (15/4/2018) ada transaksi jual beli muntahan ikan paus yang sudah mengering. Transaksi tersebut berlangsung di Hotel Palm Indah Lewoleba. Yang membeli barang tersebut adalah pebisnis asal India. (*)
Baca: Perubahan HPN Dinilai Sebuah Pengkhianatan, PWI NTT Desak Copot Ketua Dewan Pers
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/adi-bu_20180418_235413.jpg)