Pasar Nita Sempit, Warga Sewakan Halaman Rumah ke Pedagang

Kondisi Pasar Nita di Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, selalu sesak tak mampu menampung pedagang setiap jadwal hari pasar, Kamis.

Pasar Nita Sempit, Warga Sewakan Halaman Rumah ke Pedagang
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO'A
Halaman rumah di RT 18/ RW 5, Desa Nita, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, disewakan kepada pedagang, pada hari pasar Nita, Kamis (12/4/2018). 

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Egidius Moa

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Kondisi Pasar Nita di wilayah RT 18/RW 5, Dusun Lalat, Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, selalu sesak tak mampu menampung pedagang setiap jadwal hari pasar, Kamis.

Penjual berjubel di lorong-lorong jalan menuju pasar bahkan sampai di jalan nasional Maumere-Ende. Penjual yang tak memperoleh tempat pada sisi-sisi jalan menuju pasar menyewan halaman rumah warga menjajakan dagangan.

Baca: Dedi Suyatno: Tangkap Pembuang Sampah di Sepanjang Jalan Raya Lapale dan Tahan Kendaraannya

Melintas di ruas jalan nasional di lokasi sekitar Pasar Nita setiap hari Kamis pasti ditemukan kemacetan yang bikin pusing kepala. Penjual pakaian dan perkakas rumah tangga yang mengunakan mobil pikap menggelar dagangan di sisi jalan nasional sampai sekitar 100-an meter ke arah barat jalan menuju ke Ende. Pada sisi kiri dan kanan diparkir kendaraan roda dua atau juga digunakan penjual ternak kamping, kuda dan ayam.

Baca: Wow! Penyu Hijau Sepanjang 140 Centimeter Terjaring Pukat Nelayan Ilebura

Selestina Nona (50), warga Dusun Lalat menyewakan halaman rumahnya kepada pedagang yang tidak kebagian tempat jualan.

"Mereka mau cari tempat jual susah jadi mereka minta disini. Kami kasih kontrak tiap tahun," ujar Selestina di kediaman, Kamis (12/4/2018) pagi.

Baca: 671 Orang di Sikka Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang, Umumnya Miskin dan Pendidikan Rendah

Selestina, mengakui tak hanya halaman rumahnya yang disewakan. Tetangga di sekitar rumahnya juga menyewakan halaman rumah kepada pedagang.

"Penjual semakin banyak. Ada penjual tetap dan ada yang musiman. Musiman ini misalnya penjual yang dari kampung mau jualan disini, kadang-kadang mereka kewalahan dapat tempat. Mereka terpaksa sewa," kata Selestina. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved