Jumat, 17 April 2026

Seorang TKW Terancam Hukuman Pancung, Dituduh Bunuh 5 Orang di Abu Dhabi, Ini Sikap Suaminya

Suami Aan binti Asip (40) mengaku tak percaya TKW asal Karawang itu membunuh lima orang di negeri orang.

Editor: Agustinus Sape
KOMPAS.com/FITRI RACHMAWATI
Ilustrasi 

POS-KUPANG.COM - Suami Aan binti Asip (40) mengaku tak percaya TKW asal Karawang itu membunuh lima orang di negeri orang.

Keluarga juga terpukul Aan terancam hukuman pancung di Uni Emirat Arab.

"Saya masih nggak percaya. Istri saya cenderung pendiam dan penyabar. Nggak mungkin melakukan itu (membunuh 5 orang)," ujar Tabroni (61), suami Aan, seusai menyerahkan berkas keimigrasian Aan di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Jalan Surotokunto, Jawa, Barat, Senin (9/4/2018).

Tabroni mengungkapkan, sejak umur 10 tahun, putrinya tidak pernah bertemu ibunya, Aan, yang bekerja di Abu Dhabi.

Komunikasi hanya dilakukan melalui telepon.

"Dia sangat ingin bertemu ibunya. Selalu tanya kapan mamah pulang," kata Tabroni.

Hanya saja, komunikasi tersebut berlangsung selama tiga tahun.

Sebab, kata Tabroni, akhir 2016, Aan tiba-tiba tak lagi rutin menghubunginya.

"Nomornya juga tidak aktif saat saya hubungi," ungkap dia. 

Tabroni mengatakan, sekitar 2017, Aan menghubunginya dengan nomor kontak baru. Aan bercerita bahwa tas berikut uangnya hilang dicuri.

"Dia lalu ngirim uang Rp 1 juta untuk biaya sekolah anak," ungkapnya.

Tabroni menawarkan istrinya untuk bicara pada anaknya, namun ia menolak.

"Nanti saja," ujar Tabroni menirukan kata-kata Aan.

Sejak saat itu, Aan mulai sulit dihubungi. Sementara itu, putrinya mulai sakit-sakitan.

"Dia ngedadak susah makan. Saat malam tiba-tiba nangis kangen ibunya," tandasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved