Breaking News:

ASTAGA! Pelajar di NTT Konsumsi Miras Campur Obat-obatan Ilegal

Pelajar tersebut mengaku mencampurkan obat ke dalam minuman arak, sopi dan lain tujuannya adalah untuk fly (mabuk).

POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Para jurnalis pose bersama dengan Staf BNNP NTT di Calebes Resto Kayu Putih Kupang, Jumat (23/3/2018). 

Laporan Wartawan POS-KUPANG. COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Remaja di NTT termasuk para pelajar menggunakan obat-obatan ilegal diracik dan dicampurkan dengan minuman keras (miras) beralkohol untuk diminum.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Narkoba Nasional Provinsi NTT, Ir. Yosef Gadhi, saat memaparkan materi pada Pertemuan Forkom Anti Narkoba Berbasis Media Online di Resto Calebes Kayu Putih, Jumat (23/3/2018).

Dikatakannya, fakta tersebut diketahui berdasarkan tes urine pada sebuah sekolah di salah satu kabupaten di NTT.

Baca: Siaran Langsung Liga I 2018 Bisa Ditonton di tiga Chanel, Begini Jadwalnya

"Memang kalau kita melakukan tes urin itu ada yang positif.  Beberapa waktu yang lalu kami coba melakukan tes urine disebuah sekolah SMA di salah satu kabupaten, ternyata ada pelajar kita yang positif," ungkapnya.

Setelah dilakukan pendekatan, lanjut Yosef, akhirnya pelajar tersebut menyebut bahwa mereka mencampurkan obat ke dalam minuman arak, sopi dan lain sebagainya tujuannya adalah untuk fly (mabuk).

Baca: Utang Pemerintah Ramai Diperbincangkan, Begini Penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT saat menyampaikan materi di Resto Calebes Kayu Putih Kupang, Jumat (23/3/2018).
Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT saat menyampaikan materi di Resto Calebes Kayu Putih Kupang, Jumat (23/3/2018). (POS KUPANG/GORDI DONOFAN)

"Itu tujuan mereka yang kita peroleh saat itu," ungkapYosef Gadhi.

Menurut Yosef, jika para remaja pelajar sudah terbiasa dengan hal-hal seperti itu tentu akan menimbulkan rasa ketergantungan pada obat yang dikonsumsi tersebut.

"Selama ini kalau lama-kelamaan akan timbul ketergantungan atau mengalami kecanduan," ungkap Yosef.

Yosef juga menyinggung adanya seorang anak usia tujuh tahun yang saat ini sedang dirawat itu ketergantungan pada bensin, ketergantungan pada bahan bakar bahkan sampai ketergantungan mencium aroma pada ventilasi septi tank.

Baca: Garuda Indonesia Travel Fair Targetkan Transaksi Rp 2,3 Miliar

Lebih lanjut dia menyebutkan, ancaman sindikat narkoba jenis Sabu menjadi sasaran bagi negara di dunia itu pusatnya adalah dari negara India, termasuk Indonesia sampai ke Australia. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved