Yoakhim Yakin Kasus Kekerasan Anak Bisa Ditekan, Asal Lakukan Hal Ini

Tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Lembata telah menjadi bahan diskusi selama ini.

Yoakhim Yakin Kasus Kekerasan Anak Bisa Ditekan, Asal Lakukan Hal Ini
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Ketua P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) Kabupaten Lembata, Yoakhim Nuba Baran 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Tingginya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Lembata hingga menjadikannya sebagai juara satu di NTT telah menjadi bahan diskusi selama ini.

"Saya kira masalah ini pasti akan turun bila sosialisasi hukum dilaksanakan secara terus menerus dan semua pihak berkomitmen untuk menghentikan tindakan tersebut," kata Ketua P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) Kabupaten Lembata, Yoakhim Nuba Baran, kepada Pos- Kupang.Com di kantornya, Kamis (22/3/2018).

Baca: Lembata Juara Satu Kasus Kekerasan Anak di NTT

Dikatakannya, selama ini P2TP2A telah memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang hukum dan konsekuensi yang terjadi, bila seseorang melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Apalagi, lanjut dia, tindakan melawan hukum itu dilakukan terhadap perempuan dan anak. Perbuatan tersebut membawa sanksi yang berat, sehingga penting sekali bagi masyarakat untuk menghindari tindakan itu demi kebaikan diri dan keluarga.

Baca: Vian Banni Sebut Karang Taruna Mati Suri

Sepanjang tahun 2017, lanjut Yoakhim, P2TP2A Kabupaten Lembata, menangani 54 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kasus yang ditangani itu sangat beragam.

Ada pencabulan kakek terhadap cucu, ada pemerkosaan, pelecehan seksual, penelantaran anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penganiayaan dan lainnya.

Aneka persoalan itu, lanjut Yoakhim, ditangani P2TP2A setelah lembaga tersebut mendapat pengaduan dari masyarakat. Tapi masih banyak kasus yang tidak dilaporkan lantaran diselesaikan secara kekeluargaan di masyarakat.

Kendati hingga saat ini kasus-kasus tersebut dinilai masih tinggi di Kabupaten Lembata, lanjut dia, namun pihaknya optimis semua itu akan dapat ditekan pada hari-hari yang akan datang. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved