Pantas Ditiru Aksi Simpati Satpol PP Sikka Atasi Penjual Hasil Bumi Masuk TPI
Setiap hari Minggu, tempat pelelangan ikan (TPI) Maumere di Pulau Flores paling ramai dikunjungi pembeli dan penjual.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Eginius mo'a
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Setiap hari Minggu, tempat pelelangan ikan (TPI) Maumere di Pulau Flores paling ramai dikunjungi pembeli dan penjual.
Meski namanya TPI, tak berarti hanya komoditas ikan segar yang dijual di sana. Masih banyak jenis barang jualan juga ditransaksikan.
"Mungkin yang tidak dijual di sana hanya bahan bangunan. Pakaian dalam, perkakas dapur, pakaian bekas, peralatan tukang, sayur-mayur dan buah-buahan, masih banyak lagi ada di sana," ujar Kepala Dinas Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sikka, Yoseph Benyamin, S.H, kepada Pos-Kupang.Com, Senin (19/3/2018) di Maumere.
Baca: BREAKING NEWS: Uang Rp 300 Juta Raib dari Mobil
Penjual hasil bumi datang dari semua pelosok di Kabupaten Sikka, kata Benyamin, sudah hadir di TPI mulai Sabtu malam dan menginap di sana. Benyamin menyaksikannya pada Sabtu malam (17/3/2018).
Baca: Dinas PUPR NTT Usul Bangun Jembatan Kembar Liliba
Ia bersama anggota Satpol PP tiba di TPI sekitar pukul 24.00 Wita, telah banyak penjual hasil bumi, ubi-ubian, pisang, kelapa dan semua hasil kebun sudah ada.
"Kami beri pengertian kepada mereka yang datang dari kampung. TPI hanya khusus untuk ikan, yang lain tidak boleh dijual. Mereka paham dan berasalan tidak bisa angut barang jualan ke Pasar Alok dan Pasar Tingkat. Saya kerahkan truk Pol PP antar mereka ke sana," ujar Benyamin.
Menurut Benyamin, penjual yang hendak jualan di TPI sangat banyak. Truk patroli Satpol PP sekitar empat kali pergi pulang mengantar penjual di Pasar Alok dan Pasar Tingkat.
"Di Pasar Tingkat meluber sampai ke jalan depan di depan Hotel Benggoan. Di Pasar Alok juga mereka tidak dapat tempat, akhirnya cari di emperan. Tempat yang kosong hanya diatas tumpukan sampah," ujar Benyamin. (*)