Selasa, 14 April 2026

Tanaman Padi Petani Wanokaka, Sumbar Terancam Gagal Akibat Terserang Hama

Tanaman padi sawah milik masyarakat Kecamatan wanokaka, Kabupaten Sumba Barat tahun 2018 ini terancam gagal karena terserang hama penyakit.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/PETRUS PITER
Kepala Desa Praibakul, Kecamatan Wanokaka, Kab.Sumba Barat, Kristian Reingu Kodi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK--Tanaman padi sawah milik masyarakat Kecamatan wanokaka, Kabupaten Sumba Barat tahun 2018 ini terancam gagal karena terserang hama penyakit.

Biasanya hama penyakit tersebut menyerang tanaman padi petani berusia 3 minggu hingga satu bulan.

Akibatnya daun padi mulai berwarna kuning, kerdil dan batang padi mengering hingga mati.

Belum diketahui secara pasti jenis hama penykit yang menyerang tanaman padi milik petani wanokaka. Hanya saja nampak daun padi berwarna kuning, batang kerdil mengering hingga mati.

Selain itu sebagian tanaman padi juga terserang hama wereng.

Demikian disampaikan Kepala Desa Praibakul, Kristian Reingu Kodi dan Kepala Desa Taramanu, Koi Kihida, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, secara terpisah di Wanokaka, Rabu (7/3/2018) pagi.

Baca: 8 Fakta Ungkap Sosok Wanita Peraih Piala Oscar 2018 yang Dulunya Diadopsi Orang Tua Asuh

Baca: Sebelumnya Menyangkal, Park Shin Hye dan Choi Tae Joon Dikonfirmasi Berkencan

Menurut Kepala Desa Praibakul, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Kristian Reingu Kodi, serangan hama penyakit terhadap tanaman padi milik petani di daerah itu sudah terjadi sejak tahun 2016. Bahkan pada tahun 2016 sebagian besar petani Wanokaka gagal panen. Kondisi yang sama juga terjadi pada tahun 2017 hingga berlanjut di tahun 2018.

Hanya saja serangan hama pada tahun 2018 tidak separah tahun sebelumnya. Para petani sepertinya sudah terbiasa dengan kejadian itu sehingga selalu berupaya menyemprot dengan jenis obat pembasmi hama selain bantuan pemerintah juga swadaya sendiri.

Bahkan petani selalu mencoba membasmi dengan jenis obat baru swadaya sendiri. Hal itu terpaksa dilakukan karena obat bantuan pemerintah terkadang tak mampu membasmi hama itu.

Meski demikian, para petani berharap pemerintah dalam hal ini dinas pertanian Kabupaten Sumba Barat dapat memastikan jenis hana dan jenis obat membasminya. Hal itu karena sampai sekarang petani belum memperoleh penjelasan pemerintah terkait jenis hama dan kepastian jenis obat mengatasinya.

Ketidakpastian informasi itu membuat petani bingung dan selalu
mencoba mengatasi dengan jenis obat baru. Secara ekonomis merugikan petani karena membelanjakan obat yang tak pasti pembasmi hama penyakit itu.

Sementara itu Kepala Desa Taramanu, Koi Kihida menambahkan, pemerintah harus turun ke lapangan guna memantau langsung perkembangan serangan hama padi itu.

Dengan demikian, sesuai keahlian yang dimiliknya mampu menentukan jenis obat membasmi tuntas hama padi tersebut.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved