Sabtu, 25 April 2026

Sering Jatuh Korban, Pemkab Malaka Sosialisasi Penangkaran Buaya

Sosialisasi tersebut sebagai bentuk tindaklanjut dari keluhan atau aspirasi masyarakat yang merasa cemas dengan buaya.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Fredrikus Royanto Bau
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Peserta sosialisasi penangkaran buaya yang dilakukan BKSDA NTT di Kabupaten Malaka, Kamis (1/3/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BETUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka bersama BKSDA NTT
melakukan sosialisasi upaya penangkaran buaya sehingga mengurangi resiko.

Sosialisasi ini merupakan kerjasama Pemkab Malaka dengan BKSDA NTT sebagai upaya menangkar buaya yang akhir-akhir ini sering memakan korban jiwa.

Baca: Pansus DPRD Tak Berujung, Polisi Panggil Pengelola Proyek Taman Kota Maumere

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Bupati, Malaka Kamis (1/3/2018). Peserta yang hadir adalah unsur pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, camat, Kapolsek dan Danramil.

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, M.Ph mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut sebagai bentuk tindaklanjut dari keluhan atau aspirasi masyarakat yang merasa cemas dengan buaya. Karena akhir-akhir ini banyak korban jiwa yang diterkam buaya.

Baca: Kisah Di Balik Berita! Warga Belu Tergiur ke Kalimantan Karena Hal Ini

Menurut Bupati, Stef pemerintah menggandeng BKSDA untuk memberikan sosialisasi terkait upaya penangkalan buaya.

Langka-langka yang harus dilakukan ke depan adalah mengindentifikasi tempat-tempat yang menjadi sarang buaya, pengurangan populasi buaya, pemasangan alat penangkar buaya serta normalisasi sungai dan rawa–rawa yang menjadi sarang buaya.

Kepala Bidang BKSDA wilayah I, Agustinus Kristiantoro kepada wartawan mengatakan, BKSDA diundang Pemda Malaka untuk menyajikan materi terkait penangkaran buaya di Kabupaten Malaka.

“Secara teknis kita menyediakan solusi penangkaran jangka pendek dan jangka panjang. Solusi jangka pendek, kita akan lakukan sosialisasi secara intensif terkait tempat-tempat yang menjadi sarang buaya.

Sedangkan solusi jangka panjangnya kita akan menyiapkan alat penangkaran buaya," kata Kristiantoro.

Menurut Kristiantoro, pembangunan alat penangkar buaya ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga prosesnya membutuhkan waktu yang cukup lama.

Dalam upaya ini, pemerintah perlu menyiapkan anggaran untuk penyedian makanan buaya dalam penangkaran agar buaya tidak mati.

BKSDA akan memberikan pelatihan teknis terkait metode penangkapan buaya sehingga saat melakukan penangkapan tidak ada korban. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved